Sebut ‘media goblok’, Bupati Mimika diprotes IJTI

Bupati Kabupaten Mimika menyampaikan kekesalan dan kemarahannya terhadap media di hadapan ribuan ASN Pemkab Kabupaten Mimika.

Sebut ‘media goblok’, Bupati Mimika diprotes IJTI
Bupati Mimika Elitinus Omaleng (tengah). /facebook.com/eltinus.omaleng.

Pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Daerah Provinsi Papua menyayangkan pernyataan Bupati Mimika Elitinus Omaleng yang menyebut "media goblok", saat memimpin apel pagi di depan Aparat Sipil Negara (ASN) Kabupaten Mimika, Senin (26/11).

"Kami dari organisasi pers IJTI Pengda Papua dengan ini menyatakan sikap menyayangkan pernyataan seorang bupati di hadapan ASN yang menyebutkan ‘media goblok’. Tindakan tersebut tidak mencerminkan etika seorang pemimpin," kata Ketua IJTI Papua Meirto Tangkepayung melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (1/12).

Menurut dia, jika ada keberatan atas pemberitaan dari media massa, seharusnya bupati bisa menggunakan hak jawab sebagai bentuk protes terhadap pemberitaan tersebut, seperti yang diatur dalam UU Pers.

Pihaknya menyayangkan sikap Bupati Mimika yang tidak siap menerima kritikan. Dia mengatakan, di era keterbukaan informasi publik saat ini, seorang pemimpin, baik di daerah maupun pusat, harus bisa menerima kritikan.

Sekretaris IJTI Papua Riyanto Nay mengatakan, jurnalis bekerja sesuai dan dilindungi UU Pers dan etika jurnalistik, sehingga tugas jurnalis adalah bertanggung jawab kepada publik, bukan kepada pemimpin daerah.

"Kami meminta kepada Bupati Mimika untuk meminta maaf kepada media di Timika atas pernyataannya," ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan, Bupati Kabupaten Mimika Eltinus Omaleng menyampaikan kekesalan dan kemarahannya terhadap media di hadapan ribuan ASN Pemkab Kabupaten Mimika saat apel pagi, Senin (26/11).

Dengan nada arogan, bupati dua periode itu mengatakan "media goblok" lantaran sejumlah pemberitaan yang mengkritisi kinerjanya sebagai kepala daerah.

Dalam arahannya itu, Bupati Eltinus merasa geram terkait dengan pemberitaan sejumlah media, khususnya di Mimika, di antaranya pemberitaan soal kritikan yang disampaikan salah satu tokoh sekaligus pemerhati di Kabupaten Mimika, Athanasius Allo Rafra, terhadap bupati.

Bupati Eltinus menilai “kegoblokan” media yang berani menjadikan Allo Rafra sebagai narasumber yang mengkritisi kinerjanya. Padahal menurut Omaleng, Allo Rafra adalah lawan politiknya.

"Media juga 'goblok kamorang' (kalian) ini. Kok lawan politik isi-isi beritanya (Allo) terus," kata dia.

Eltinus Omaleng dengan tegasnya meminta Humas Pemda Kabupaten Mimika untuk meninjau ulang izin media yang ada di Kabupaten Mimika.

Bahkan Omaleng juga mengancam akan menghentikan kerja sama pemda dengan media.

"Siapa yang biayai kamu? Humas, segera cek itu mereka (media) punya perjanjian-perjanjian dengan pemerintah, cabut itu izin-izin semua," ujarnya. (Ant).


Berita Terkait

Kolom

Infografis