sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

80% pasien RSDC Wisma Atlet merupakan kasus transmisi lokal

Rata-rata pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet adalah pasien bergejala ringan.

Gempita Surya
Gempita Surya Senin, 01 Agst 2022 17:30 WIB
 80% pasien RSDC Wisma Atlet merupakan kasus transmisi lokal

Koordinator Humas Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Mintoro Sumego mengatakan, pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet saat ini didominasi oleh kasus dengan transmisi atau penularan lokal.

"Pasien yang masuk hari ini 15 orang. Dari 15 orang tersebut, 11 adalah pasien penularan transmisi domestik, sedangkan empat lainnya adalah Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dari Malaysia, Arab, dan Turki," kata Mintoro dalam diskusi daring bertajuk Perkembangan Kasus Covid-19 di DKI Jakarta dan Keterisian RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Senin (1/8).

Per 1 Agustus, kata Mintoro, jumlah pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet yakni 184 orang. Sementara, kapasitas pelayanan yang tersedia di RSDC Wisma Atlet Kemayoran adalah 3.801 bed.

Angka ini menunjukkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupation rate (BOR) di RSDC Wisma Atlet masih di bawah 5%, sebab hanya 4,84% tempat tidur yang terpakai.

"Secara umum, pasien yang dirawat di Wisma Atlet untuk PPLN itu cuma 20%, sisanya 80% itu pasien domestik," ujar Mintoro.

Rata-rata pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet adalah pasien bergejala ringan. Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan pelayanan untuk seluruh pasien baik dengan gejala ringan, sedang, berat, maupun pasien dengan komorbid.

"Rata-rata kalau dilihat memang gejala mereka yang dirawat itu 80% itu dengan gejala ringan, lalu 5%-10% itu mereka dengan komorbid, sisanya itu tanpa gejala sama sekali," ungkapnya.

Mintoro menambahkan, 90% pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet sudah melaksanakan vaksin lengkap. Hal ini dilihat dari riwayat vaksinasi para pasien berdasarkan surveilans yang dilakukan tim RSDC Wisma Atlet.

Sponsored

"Dari pasien yang masuk, 90% sudah melaksanakan vaksin lengkap, dan hanya 10% yang memang belum vaksin. Kebanyakan yang 10% ini adalah mereka yang PPLN," terangnya.

Hal tersebut, kata Mintoro, menunjukkan perbedaan terhadap gejala yang dialami pasien Covid-19 saat dirawat. Kendati demikian, Mintoro mengaku, pihaknya tetap melaksanakan seluruh perawatan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku di RSDC Wisma Atlet.

"Kami masih siap yang untuk memberikan pelayanan terbaik. Sampai saat ini, Wisma Atlet Kemayoran masih merupakan problem solving untuk penanggulangan Covid-19," ucapnya.

Berita Lainnya
×
tekid