sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ada 17 titik banjir yang tersebar di Selatan dan Timur Jakarta

Banjir terjadi akibat Bendung Katulampa Bogor dan Pintu Air Depok berstatus siaga I.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Jumat, 26 Apr 2019 08:57 WIB
Ada 17 titik banjir yang tersebar di Selatan dan Timur Jakarta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 385.980
Dirawat 63.556
Meninggal 13.205
Sembuh 309.219

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mencatat, ada 17 titik lokasi banjir yang tersebar di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Banjir terjadi akibat Bendung Katulampa Bogor berstatus siaga I dengan ketinggian 220 sentimeter. Juga Pintu Air Depok yang kini berstatus siaga I dengan ketinggian 360 sentimeter.
 
Berdasarkan data yang dihimpun BPBD DKI dari Pusat data dan informasi kebencanaan di Jakarta, pada Jumat (26/4) titik lokasi banjir meliputi wilayah Jakarta Selatan antara lain RW07 Kelurahan Lenteng Agung, RW01 Kelurahan Srengseng Sawah, RW01 Kelurahan Pengadegan, RW07 Kelurahan Rawajati, RW 05, 06, 07, dan 08 Kelurahan Pejaten Timur, dengan ketinggian banjir sekitar 20 cm hingga 170 cm.
 
Sementara di wilayah Jakarta Timur mencakup RW 02, 05, dan 08 di Kelurahan Cawang, RW05 Kelurahan Balekambang, RW 04, 05, dan 08 Kelurahan Kampung Melayu, RW 07 dan 11 Kelurahan Bidara Cina dengan ketinggian banjir mencapai 20 cm hingga 100 cm.
 
Menurut pantauan petugas BPBD DKI, sebagian warga RT 07 dan RT 08 RW 01 Pengadegan mengungsi ke Rumah Susun Pengadegan. Saat ini, petugas gabungan BPBD, Tagana Dinsos, unsur kecamatan dan kelurahan, Satpol PP, FKDM, TNI, dan kepolisian masih melakukan pembaruan data serta kebutuhan mendesak.
 
Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan dan koordinasi dengan wilayah kelurahan terdampak. Serta memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang berada di bantaran Sungai Ciliwung melalui SMS saat Bendung Katulampa dan Pintu Air Depok mengalami kenaikan status Siaga menjadi Siaga 1.
 
Pihak BPBD DKI juga berkoordinasi dengan SKPD terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air untuk menyedot air menggunakan pompa dibantu PPSU kelurahan, serta menyiapkan sebanyak 133 unit pompa mobile dan 465 unit pompa stasioner yang tersebar pada 164 lokasi.
 
Petugas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan melaporkan kejadian bencana secara cepat melalui kanal resmi Pemprov dan BPBD DKI Jakarta (Call Center Jakarta Siaga 112 ) agar dapat segera ditindaklanjuti. (Ant)

Berita Lainnya