logo alinea.id logo alinea.id

Seorang anak kritis kena peluru nyasar saat baku tembak polisi dan pencuri sapi

Mobil yang ditumpangi pelaku KH diketahui terdapat satu orang dewasa dan dua anak kecil yang tidak terlibat dalam kasus pencurian.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Rabu, 11 Sep 2019 15:38 WIB
Seorang anak kritis kena peluru nyasar saat baku tembak polisi dan pencuri sapi

Seorang anak berinisial NP kritis usai terkena peluru nyasar saat terjadi baku tembak antara polisi dengan pencuri sapi berinisial KH. Diketahui, anak berinisial NP tersebut tengah berada di dalam mobil bersama pelaku pencurian saat polisi melakukan penyergapan hingga akhirnya terjadi baku tembak.

“Mobil yang ditumpangi pelaku KH diketahui terdapat satu orang dewasa dan dua anak kecil yang tidak terlibat dalam kasus yang menjerat pelaku,” kata Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Mochammad Rifai di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Rabu (11/9).

Rifai menjelaskan, baku tembak yang terjadi dalam sebuah penyergapan ini bermula dari pencurian ternak sapi pada Minggu (1/9) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. 

Setelah kejadian itu, perburuan terhadap pelaku selama lima hari akhirnya membuahkan hasil. Pada Sabtu (7/9), polisi mendapat informasi keberadaan pelaku di kawasan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Tak menunggu lama, tim Polres Pulang Pisau dibantu Polres Tanah Laut dan Polda Kalimantan Selatan langsung melakukan penyergapan hingga terjadi baku tembak. 

“Saat polisi menyergap mobil pelaku, KH melawan sehingga mengakibatkan seorang anggota Polsek Panyipatan terkena luka tembak. Lalu satu anak berinisial NP yang ada di mobil juga kritis terkena peluru nyasar dari baku tembak antara pelaku dan petugas,” ujar Rifai. 

Rifai menuturkan, pelaku berhasil kabur masuk hutan saat terjadi kontak senjata. Namun, pelarian pelaku KH berakhir setelah tempat persembunyiannya di sebuah pondok di hutan Kabupaten Hulu Sungai Selatan diketahui. Pelaku KH akhirnya tewas ditembak lantaran melawan saat dikepung pada Rabu (11/9) dini hari.

“Pelaku sudah berhasil ditangkap dalam keadaan meninggal dunia. Dia membawa senjata api dan sempat terjadi baku tembak karena menolak untuk menyerah," kata Rifai.

Lebih lanjut, Rifai menuturkan, adapun anggotanya yang tertembak yakni Brigadir Ruvi Susanto hingga kini masih dirawat intensif di RSUD Ulin Banjarmasin. Dari hasil pemeriksaan dokter, Ruvi Susanto yang kini berada di Ruang ICU (Intensive Care Unit) mengalami cidera serius di punggung akibat luka tembak.

Sponsored

"Alhamdulilah korban sudah sadar dan bisa diajak berkomunikasi. Namun belum bisa dipindah ke kamar, jadi masih di ICU," katanya.

Sementara itu, Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kalimantan Selatan, AKBP Afebrianto Widhi Nugroho yang memimpin pengejaran terhadap pelaku tak bersedia memberikan keterangan saat ditemui di Kamar Mayat RSUD Ulin Banjarmasin. (Ant)