sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Banjir di Kalbar, 751 rumah terendam, 377 orang mengungsi

Terdapat 13 desa terdampak banjir di Kecamatan Kayan Hulu.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Jumat, 16 Jul 2021 16:20 WIB
Banjir di Kalbar, 751 rumah terendam, 377 orang mengungsi

Sebanyak 26 desa yang tersebar pada empat kecamatan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) masih terdampak banjir sejak Rabu (14/7) lalu. Hujan berintensitas tinggi sebabkan banjir dengan TMA (tinggi air muka) 2-3 meter.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang mencatat adanya kenaikan TMA di kawasan hilir setinggi 200 cm. Sedangkan di hulu, TMA turun setinggi 100 cm," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (16/7).

Terdapat 13 desa terdampak banjir di Kecamatan Kayan Hulu. Yaitu, yaitu Desa Nanga Masau, Merah Arai, Tanah Merah, Lintang Tambok, Empakan, Topan Nanga, Nanga Tebidah, Entegong, Landau Bara, Kebarau, Tanjung Bunga, Emponyang, dan Nanga Payak.

Sementara itu, ada 13 desa terdampak banjir di Kecamatan Kayan Hilir. Yaitu, Desa S. Buaya, Neran Baya, Melingkat, Kempas Raya, Buluk Panjang, Pelaik, Tanjung Putar, Nyangkom, Tuguk, Landau Beringin, Lalang Inggar, Pakak, dan Sungai Meraya. BPBD Kabupaten Sintang masih melakukan pendataan terhadap dua kecamatan terdampak lainnya. Yaitu, Kecamatan Serawai dan Dedai.

Berdasar, laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang per Kamis (15/7) pukul 21.00 WIB, sebanyak 751 KK (kepala keluarga) terdampak banjir di Kecamatan Kayan Hilir dan 377 jiwa mengungsi. 

"Saat ini tim lapangan masih terus melakukan proses pendataan," ucapnya.

Dari pendataan sementara, menurut dia, banjir juga menyebabkan kerugian material berupa 751 unit rumah terendam. Merujuk perkembangan laporan di lapangan saat ini, sebagian wilayah terdampak banjir tersebut merupakan area yang sulit diakses. Ini disebabkan alur sungai sangat sempit dan arus air sungai sangat deras.

BNPB mengimbau, pemerintah daerah (pemda) dan warga setempat memantau perkembangan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Selain itu, juga diimbau melihat wilayah kajian risiko bencana melalui inaRISK BNPB.

Sponsored
Berita Lainnya