sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bapeten dan Kemenkes kerja sama penggunaan nuklir di bidang kesehatan

Salah satu bidang kerja sama yang dijalin, yaitu di bidang interkoneksi sistem Bapeten licensing and inspection system (BALIS).

Nafis Arsaputra
Nafis Arsaputra Jumat, 16 Apr 2021 16:21 WIB
Bapeten dan Kemenkes kerja sama penggunaan nuklir di bidang kesehatan

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) memperpanjang kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, melalui kegiatan pembinaan dan pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di bidang kesehatan.

"Kerja sama ini sangat penting bagi Bapeten dan Kemenkes karena butuh koordinasi untuk berkontribusi langsung dalam peningkatan dalam pemanfaatan tenaga nuklir bidang kesehatan,"ujar Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Jazi Eko Istiyanto dalam keterangannya secara daring, Jumat (16/04).

Salah satu bidang kerja sama yang dijalin, yaitu dibidang interkoneksi sistem Bapeten licensing and inspection system (BALIS) dengan sistem informasi rumah sakit atau (SIRS) dan aplikasi sarana dan prasarana alat kesehaatan (ASPA).

Selain itu, sedang dirumuskan juga pelaksanaan koordinasi hasil temuan inspeksi dengan kerja sama dengan pelaksanaan pengawasan yang lebih luas dengan seluruh penyedia layanan kesehatan di seluruh indonesia. Pengembangan dan evaluasi data dosis pasien, penanganan limbah radioaktif di rumah sakit, peran serta asosiasi profesi dengan pengawasan tenaga nuklir.

Sponsored

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan, dalam bidang kesehatan, nuklir dipakai dalam bidang diagnostik dan terapi. Sehingga lebih memudahkan tugas tenaga kesehatan untuk mendiagnosis khususnya penyakit dalam dan kendala dari pasien.

"Dalam bidang diagnostik digunakan untuk mempermudah karena sifat nuklir atau radiasi ini bisa menembus untuk penyakit dalam akan sangat terbantu. Energi nuklir yang terkonsentrasi ini bisa digunakan untuk prosesi terapi," tutup Budi.

Berita Lainnya