sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bonus demografi terealisasi bila tenaga kerja berkualitas

ICMI beber sejumlah faktor pendukung terealisasinya bonus demografi.

Zahra Azria
Zahra Azria Kamis, 21 Jan 2021 23:25 WIB
Bonus demografi terealisasi bila tenaga kerja berkualitas
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Bonus demografi (BD) Indonesia dimulai tahun 2012 dan akan berakhir tahun 2045. Bonus demografi adalah suatu kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) di suatu wilayah lebih besar dibanding penduduk usia nonproduktif, yaitu usia 0-14 tahun dan 65 tahun ke atas.

Menurut Ketua Pengurus Majelis Perguruan Tinggi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof Fasli Jalal, bonus demografi akan terealisasi salah satunya dengan menyuplai tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkualitas.

"Syarat suplai tenaga kerja harus bermutu, pendidikannya baik, kesehatannya baik, etos, karakter, akhlaknya baik, dan punya keterampilan untuk menjadi global citizen. Dia bisa bekerja dalam bahasa yang berbeda, dalam budaya yang berbeda, dalam tim yang berbeda," ujarnya pada Kamis (21/1) malam.

Pun kehadiran pekerja perempuan di pasar kerja dalam jumlah banyak, mereka bisa membantu peningkatan pendapatan keluarga.

"Secara spesifik kalau bisa mengangkat bagaimana perempuan yang semakin terdidik. Separuh dari tenaga kerja kita makin terdidik tapi partisipasinya masih jauh di bawah. Kalau laki-laki sudah 80% masuk kedalam lapangan kerja, perempuan jumlahnya hampir sama baru 50%. Jadi kalau dinaikkan 15% masih jauh dari 80%. Berarti kita harus memberikan peluang pekerjaan 15 juta perempuan yang makin terdidik, tapi dia juga menjadi manajer rumah tangga," jelas Fasli.

Agar bonus demografi terealisasi, sambung Fasli, kebijakan ekonomi harus kondusif agar lapangan kerja tercipta.

"Kebijakan ekonomi kondusif untuk lapangan kerja dan upaya menyediakan kredit mikro yang banyak, sehingga anak-anak muda lebih berani untuk berusaha dan dia akan keluar dari jerat kemiskinannya," kata Fasli.

Terakhir, lanjut Fasli, good governance juga mendukung untuk investasi penciptaan lapangan kerja. Namun, tetap mengontrol pertumbuhan penduduk.

Sponsored

"Good governance menjadi sangat penting, tapi jangan lupa tetap menjaga pertumbuhan penduduk yang tidak terlalu tinggi. Tetap bertumbuh tapi tidak terlalu tinggi. Kalau ini kita lakukan, mudah-mudahan Covid datang pun bonus demografi tetap bisa terealisasikan," tutupnya.

Berita Lainnya

1 tahun penanganan Covid-19: Masih banyak PR

Selasa, 02 Mar 2021 07:11 WIB

Perpres 10/2021 Batasi Peredaran Miras Ilegal

Selasa, 02 Mar 2021 13:00 WIB

1 tahun penanganan Covid-19: Masih banyak PR

Selasa, 02 Mar 2021 07:17 WIB