sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dapat izin kepolisian, 3.000 orang berunjuk rasa kawal putusan MK

Massa pendemo diharap waspada adanya penyusup kelompok yang hendak memprovokasi.

Ayu mumpuni Fadli Mubarok
Ayu mumpuni | Fadli Mubarok Kamis, 27 Jun 2019 11:28 WIB
Dapat izin kepolisian, 3.000 orang berunjuk rasa kawal putusan MK
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 70736
Dirawat 34668
Meninggal 3417
Sembuh 32651

Pihak kepolisian telah memberikan izin kepada massa pengunjuk rasa yang akan menyampaikan aspirasi mengawal putusan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019. Putusan sidang diketahui akan dibacakan oleh Mahkamah Konstitusi pada Kamis (27/6) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kepala Biro penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan ada belasan elemen masyarakat yang mewakili para pengunjuk rasa. Belasan elemen masyarakat tersebut jika diperkirakan jumlahnya bisa mencapai 2.500 sampai 3.000 orang.

“Saat ini sudah ada 14 elemen masyarakat yang mengajukan perizinannya. Estimasinya jumlah massa pendemo sekitar 2.500 sampai 3.000 orang,” kata Dedi melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta pada Kamis (27/6).

Mengantisipasi terjadinya kericuhan seperti pada aksi massa 22 Mei 2019 di Gedung Bawaslu, Dedi mengingatkan kepada para massa pendemo untuk mewaspadai kelompok-kelompok yang berniat akan melakukan provokasi. Seluruh peserta aksi diminta untuk menaati semua aturan yang telah diberlakukan.

“Hati-hati dengan pihak tertentu yang memprovokasi massa,” ujar Dedi.

Dedi menambahkan, aparat gabungan TNI dan Polri telah mengerahkan sebanyak 47.000 personel. Mereka ditempatkan tak hanya di satu titik atau gedung MK, namun juga  di beberapa titik-titik strategis yang dianggap sebagai objek vital.
 
“Gedung DPR, MPR, Bawaslu, KPU, kedutaan besar, dan sentra perekonomian masyarakat juga,” ucap Dedi.

Untuk menghalau para pendemo jika terjadi kericuhan, Dedi menegaskan, aparat keamanan, baik Polri maupun TNI hanya dilengkapi dengan tameng dan gas air mata. Seluruh komando nantinya berada di tangan Kapolda Metro Jaya.

Berdasaran pantauan Alinea.id, massa pendemo sejak pagi telah berkumpul di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat sejak pukul 08.00 WIB. Massa yang hadir pada hari ini tampak lebih banyak dari kemarin, Rabu (26/6).

Sponsored

Massa juga menggunakan beragam atribut, seperti spanduk, poster, dan lainnya. Beberapa spanduk dan poster itu di antaranya bertuliskan "Kecurangan Bagian dari Demokrasi; Matamu Picek', "Which Leader Cant Hold on To", "Kedaulatan Rakyat", dan "Untukmu Pejuangku".

Bendera merah putih dan tauhid juga terlihat berkibar oleh di barisan massa pendemo. Berbondong-bondong ratusan massa yang berkumpul di titik dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha melantunkan Salawat sambil mengibarkan kedua bendera tersebut. 

Selain itu, beberapa massa yang memilih untuk duduk di sekitar trotoar seolah tak mau kalah. Beberapa kelompok ibu-ibu melantunkan zikir bersama, ada yang menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan membaca Al-quran.

Bukan hanya massa aksi saja yang memadati Jalan Merdeka Barat. Para pedagang yang pada aksi sebelumnya terlihat tidak terlalu ramai, pada hari ini tampak berkerumun di pinggir jalan.

Sementara itu, tidak terlihat aparat kepolisian di sekitar Jalan Merdeka Barat dari Patung Kuda hingga arah gedung Kementerian Pertahanan. Aparat kepolisian hanya berkumpul di sekitar area di balik barikade yang telah disiapkan, yaitu 300 meter dari Gedung MK.

Berita Lainnya