sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Dilanda banjir sejak September, Aceh Barat minta diperhatikan

Bencana banjir yang kerap melanda kawasan tersebut mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu serta berdampak terhadap harta benda

Hermansah
Hermansah Senin, 03 Des 2018 00:54 WIB
Dilanda banjir sejak September, Aceh Barat minta diperhatikan

Bupati Aceh Barat H Ramli MS menyatakan daerah yang dipimpinnya tersebut sudah tergolong daerah darurat banjir. Hal itu seiring ratusan gampong/desa di sejumlah kecamatan kerap dilanda banjir sejak September hingga Desember 2018.

"Kami sangat berharap dukungan dari Pemerintah Aceh dan juga Pusat sebab Aceh Barat saat ini sudah darurat banjir," kata Ramli di sela-sela mengunjungi korban banjir di Woyla Barat, Minggu (2/12)

Bencana banjir yang kerap melanda kawasan tersebut mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu serta berdampak terhadap harta benda termasuk ternak milik masyarakat setempat.

Ada pun kecamatan sangat rawan rendaman banjir meliputi Kecamatan Woyla Barat, Woyla Timur, Woyla, Samatiga, Kaway XVI, Meureubo dan Johan Pahlawan.

Dampak lainnya yang ditimbulkan oleh bencana banjir adalah sebagian arus transportasi antar kecamatan lumpuh sebab ketinggian air dari 50 centimeter dan mencapai dua meter. Selain itu, persediaan bantuan masa panik yang berada di gudang Dinas Sosial menipis.

Orang nomor satu di Kabupaten Aceh Barat tersebut meminta Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat untuk segera turun guna membantu pemerintah daerah, dalam menanggulangi musibah banjir yang kerap melanda kawasan itu.

Sembilan gampong/desa di Kecamatan Woyla Barat Kabupaten Aceh Barat terendam banjir akibat tingginya curah hujan yang melanda daerah setempat dalam beberapa hari terakhir.

Banjir yang terjadi pada Minggu Sore tersebut mengakibatkan sebanyak 600 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 2.000 jiwa warga yang tersebar di sembilan gampong di Kecamatan Woyla Barat mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sponsored

"Ada tiga gampong yang paling parah direndam banjir masing-masing Napai, Blang Luah dan Alue Leuhop," kata Camat Woyla Barat, Fadlian Syahputra di Meulaboh, Minggu.

Ia menjelaskan ketinggian air di tiga gampong tersebut mencapai dua meter sehingga masyarakat di daerah setempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman dan lebih tinggi, guna menghindari rendaman banjir.

Sementara gampong lainnya seperti Peuleukung, Cot Lagan, Blang Cot Mameh, Blang Cot Rubek, Cot Rambong, Lhok Malee, Pasi Mali juga terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 50 hingga 80 centimeter.

Meski sudah merendam pemukiman warga, sebagian besar warga di kawasan setempat masih memilih bertahan di rumah masing-masing, dan belum mengungsi ke lokasi pengungsian.

"Di lokasi ini, warga masih memilih untuk mengungsi ke rumah tetangga," tambahnya.

Fadlian juga menjelaskan banjir yang melanda kawasan tersebut disebabkan tingginya intensitas hujan sehingga aliran sungai di daerah setempat meluap dan mengenangi pemukiman warga.

Sumber : Antara