sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Din: KAMI merupakan gerakan politik moral

Deklarasi tersebut dikaitkan dengan 75 tahun RI sekaligus penetapan Pancasila sebagai dasar negara.

Hermansah
Hermansah Sabtu, 15 Agst 2020 14:29 WIB
Din: KAMI merupakan gerakan politik moral
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 385.980
Dirawat 63.556
Meninggal 13.205
Sembuh 309.219

Lebih dari 100 tokoh nasional berencana mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pada Selasa 18 Agustus pukul 10.00 di Tugu Proklamasi. 

Salah satu deklalator KAMI, Din Syamsuddin mengatakan, deklarasi tersebut dikaitkan dengan 75 tahun RI sekaligus penetapan Pancasila sebagai dasar negara.

"Kami mendapatkan dukungan dari para tokoh/figur dari berbagai elemen bangsa dan profesi. Ini koalisi yang terhimpun dari berbagai tokoh termasuk jenderal purnawirawan. Termasuk mantan panglima TNI. Ini koalisi yang sangat majemuk," jelas dia saat memberikan pernyataan, Sabtu (15/8).

Dia menegaskan, KAMI tidak akan melaksanakan aktivitas politik praktis, tetapi politik moral. Itu artinya, kata Din, KAMI akan melakukan gerakan moral dan melibatkan berbagai elemen.

KAMI, kata dia, berharap pemangku amanat pemerintahan seperti, eksekutif, DPR, MPR dan penegak hukum bisa mendengar. "Kalaupun tidak, jangan malah menghadapi kami dengan kekuasaan dan keangkuhan. Kami akan menyerahkan ke rakyat. Kami sudah menyuarakan aspirasi rakyat. Kami siap berdebat. Ini riil sesuai dengan aspirasi," ucap dia.

Pada deklarasi, KAMI akan mengeluarkan maklumat berjudul Maklumat Menyelamatkan Indonesia. Maklumat ini sudah disusun oleh komite kerja dan telah disepakati. Maklumat ini memuat butir-butir keprihatinan terhadap kehidupan berbangsa, khususnya ekonomi, politik, sosial budaya, hukum dan HAM, termasuk sumber daya alam.

Di bagian akhir, KAMI akan mengajukan delapan tuntutan kepada penyelenggara negara, kepada presiden. "Kami sudah menyepakati apa yang menjadi alasan berbagai elemen bangsa untuk mendeklarasikan KAMI. Di antaranya ada persamaan pandangan dan pikiran bahwa telah terjadi penyimpangan dari cita-cita nasional dan nilai-nilai dasar yang disepakati pendiri bangsa. Sayangnya, DPR tidak mampu dan tidak mau menyuarakan aspirasi rakyat ini," tutur dia.

Din mengklaim, beberapa tokoh di daerah berencana dan telah membentuk KAMI daerah. Beberapa di antaranya dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur dan Gorontalo. Selain itu, beberapa WNI di luar negeri juga siap membentuk KAMI, seperti di Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Qatar, Swiss, dan Taiwan.

Sponsored
Berita Lainnya