sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dukcapil balas Tretan Muslim: Enggak baca SOP

Komika Tretan Muslim sebelumnya mengeluhkan pelayanan pengurusan KTP-el melalui akun Twitternya.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Jumat, 02 Jul 2021 08:14 WIB
Dukcapil balas Tretan Muslim: Enggak baca SOP

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Tangerang Selatan, Banten, merespons kritik yang dilayangkan komika Aditya Muslim alias Tretan Muslim soal pelayanan mengurus kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Kendala diklaim terjadi lantaran Tretan enggan membaca prosedur operasional standar (standard operating procedure/SOP).

"Mau daftar online di web pakai HP atau PC enggak bisa jika browser-nya bukan Mozila Firefox, cuma itu. Ratusan yang kesulitan karena enggak tahu dan enggak mau baca SOP, tetapi mau bertanya. Begitu kami hubungi dan berita tahu, semua beres lancar,” ucap Kepala Dinas Dukcapil, Dedi Budiawan, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7).

Jika ada kesulitan dalam mengakses situs web Dukcapil Tangsel, klaim Dedi, pihaknya siap menerima pengaduan selama 24 jam dalam 7 hari nonsetop.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif Fakrulloh, menyatakan, harapan publik terhadap instansi layanan administrasi kependudukan sangat tinggi. Karenanya, selalu perubahan.

Sponsored

"Dulu, layanan adminduk itu berbayar, sekarang diberikan gratis. Dulu layanan adminduk hanya di kantor Dinas Dukcapil, sekarang layanan diberikan jemput bola langsung mendekati masyarakat yang membutuhkan bahkan bisa diajukan dari rumah secara online sehingga warga bisa mencetak sendiri dokumennya dengan kertas HVS biasa,"
tuturnya.

Melalui akun Twitter pribadinya, Tretan Muslim mengeluhkan sulitnya memproses KTP-el anyar. Dia menceritakan pengalamannya saat melakukan pengurusan di Dukcapil Kota Tangsel.

“Sebenarnya saya enggak ada masalah dengan negeri ini, tetapi begitu mengurus KTP baru, suruh fotocopy ini-itu, bolak-balik. Pas datang, suruh daftar online. Pas online, website-nya SAMPAH. Call center ditelepon enggak ada yang angkat, ya, ada yang salah dengan negeri ini. Lebih baik Dukcapil kasih ke Microsoft," twitnya, Selasa (29/6).

Berita Lainnya