sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gempabumi M 5.7 guncang kuat Kepulauan Mentawai

BMKG menyatakan, bahwa gempabumi tersebut tidak berpotensi tsunami. 

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 03 Mei 2021 09:18 WIB
 Gempabumi M 5.7 guncang kuat Kepulauan Mentawai

Warga Dusun Mapadegat, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai mengungsi ke Gereja Piniel, menyusul adanya gempa bumi dengan magnitudo 5.7 pada Senin (3/5) pukul 00.46 WIB dini hari.

Kepala Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Amir mengatakan, warga masih dalam kondisi siaga hingga saat ini, setelah merasakan guncangan kuat gempabumi selama 2-4 detik.

"Masyarakat masih dalam kondisi siaga," ujar Amir dalam keterangan tertulis, Senin (5/3).

Saat ini, BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai masih melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan perangkat desa serta instansi terkait lainnya. Tim BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai juga telah mengimbau agar warga tetap tenang dan selalu waspada. 

Untuk mengantisipasi adanya gangguan atau pemadaman listrik, BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai telah menyiapkan alat penerangan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi kejadian gempa bumi dengan episentrum di dasar laut dengan kedalaman 29 kilometer. Kemudian, terletak pada posisi 2.34 LS dan 99.66 BT atau 35 kilometer tenggara Tuapejat, Sipora Utara dan 37 kilometer tenggara Kepulauan Mentawai. 

BMKG menyatakan, bahwa gempabumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan maupun korban jiwa.

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut, teknologi dan informasi tidak mampu memberikan peringatan dini sesuai dengan ketepatan kedatangan tsunami. Sebab, banyak prediksi kedatangan tsunami bisa dalam waktu 1-4 menit. 

Sponsored

Padahal, saat ini sistem peringatan dini paling cepat di dunia adalah 3 menit setelah kejadian gempa bumi. Tak terkecuali, peringatan dini tercepat dan termutakhir di Jepang.

Indonesia, kata dia, telah memperbaiki sistem dan teknologi sistem peringatan dini pascatsunami di Palu, Sulawesi Tengah pada 2018. Jadi, sistem peringatan dini di Indonesia hanya mampu sekitar 3-4 menit setelah kejadian gempa.

"Ini berita yang kurang menyenangkan, datangnya tsunami bisa 1 menit. Jadi, kita kecolongan. Jepang pun kecolongan. Nah, inilah pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan. Artinya, kita tidak hanya bergantung pada teknologi, karena Jepang pun 1 menit belum bisa," ucapnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (23/4).

Berita Lainnya