sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hasil analisis BMKG atas gempa M 7,1 di Sulut

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, hindari bangunan retak.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Kamis, 21 Jan 2021 20:46 WIB
Hasil analisis BMKG atas gempa M 7,1 di Sulut

Gempa bumi Magnitudo 7,1 mengguncang Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (21/1) pukul 19.23 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa bumi M 7,1 di wilayah laut Filipina itu tidak berpotensi tsunami.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo  M=7,0. Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 4,94 Lintang Utara (LU) dan 127,44 Bujur Timur (BT).

"Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Timur Laut Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 119 km," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya, Kamis (21/1) malam.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menyimpulkan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Filipina.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault)," jelas Bambang.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di sejumlah daerah dengan skala bervariasi, di antaranya Melonguane, Tahuna, Ondong dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Kemudian Manado dan Bitung III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu). Selanjutnya di Galela, Gorontalo, Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu ).

Sedangkan di Bolaang Uki II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) dan Ternate, Sofifi, Halmahera Tengah I-II MMI (Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang).

Sponsored

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," jelas Bambang.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," pungkasnya.

Berita Lainnya