sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Indonesia berupaya temukan vaksin Covid-19

Penelitian terhadap vaksin tersebut dilakukan di bawah koordinasi BRIN dan Kementerian Kesehatan dengan melibatkan BUMN.

Hermansah
Hermansah Kamis, 19 Mar 2020 11:40 WIB
Indonesia berupaya temukan vaksin Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pemerintah sedang mengembangkan penelitian untuk menemukan vaksin Covid-19 lewat kerja sama antara Kementerian Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan beberapa BUMN terkait.

"Sudah mulai dilakukan pembicaraan karena ini kan memang sebuah ancaman, setiap ada ancaman kita berusaha terus kalau bisa memproduksi vaksin sendiri. Oleh karena itu kita sedang mengembangkan risetnya," kata dia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (19/3).

Penelitian terhadap vaksin tersebut dilakukan di bawah koordinasi BRIN dan Kementerian Kesehatan dengan melibatkan BUMN serta kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian yang berkaitan dalam penelitian tersebut.

"Tentu koordinasinya di bawah BRIN, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, bersama dengan lembaga-lembaga terkait yaitu BUMN yang punya perusahaan farmasi," tambahnya.

Untuk menciptakan vaksin memerlukan waktu yang tidak singkat. Selama menunggu hasil penelitian tersebut, kata dia, pemerintah tetap memberlakukan protokol kesehatan sesuai anjuran WHO.

"Memang untuk membuat vaksin itu perlu waktu. Oleh karena itu, kita secara bersama-sama tidak hanya menunggu vaksin, tetapi melakukan cara-cara yang sudah sesuai dengan protokol WHO dalam menangani wabah ini," ujarnya.

Sementara itu, Universitas Airlangga di Surabaya telah mempersiapkan proposal untuk penelitian vaksin Covid-19. Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih mengatakan, Institut Penyakit Tropis Universitas Airlangga telah mengantongi enam sampel spesimen positif Covid-19 dan menunggu izin dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan.

"Memang proses dan waktunya cukup panjang, tapi kami optimistis dengan seizin Balitbangkes kami akan bisa mengembangkan itu," kata Nasih. (Ant)

Sponsored
Berita Lainnya