sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

IPW minta aliran dana Briptu Hasbudi ke petinggi polisi diusut tuntas

Briptu Hasbudi alias HSB diduga terlibat tambang emas ilegal dan pakaian impor ilegal di Kaltara.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Minggu, 08 Mei 2022 09:29 WIB
IPW minta aliran dana Briptu Hasbudi ke petinggi polisi diusut tuntas

Indonesian Police Watch (IPW) mendesak Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Daniel Adityasa membongkar pelanggaran hukum yang dilakukan anggotanya, Briptu Hasbudi (HSB). Pria yang sempat dijuluki crazy rich asal Kota Tarakan ini merupakan anggota Polda Kaltara yang menjalankan bisnis tambang emas ilegal dan impor pakaian bekas. 

"IPW mendesak Kapolda Kaltara Irjen Daniel Adityasa serius membongkar praktek pelanggaran hukum Briptu HSB," ujar Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dalam keterangannya, Minggu (8/5).

Teguh mengatakan Polda Kaltara harus menelusuri aliran dana dari Briptu Hasbudi kepada pejabat kepolisian maupun sipil. Apalagi, berdasarkan penggeledahan yang dilakukan penyidik Ditkrimsus Polda Kaltara di kediamannya, terungkap fakta jika Briptu Hasbudi kerap memberi uang hasil dari bisnis ilegal kepada sejumlah pejabat di Kaltara.

Menurutnya, kasus Briptu Hasbudi mirip dengan kasus Iptu Labora Sitorus, anggota polisi yang memiliki rekening gendut mencapai Rp1,2 triliun di Papua. Labora Sitorus terlibat pembalakan liar, jual-beli BBM ilegal. Teguh mengatakan, kasus itu sebenarnya diduga menyeret nama-nama atasan Labora. Namun, hanya Labora Sitorus yang dihukum 15 tahun penjara.

Oleh karena itu, Teguh meminta agar penyidik Ditkrimsus Polda Kaltara tidak melindungi dan menutup informasi pejabat polisi atau sipil yang mendapat aliran dana dari Briptu Hasbudi.

"IPW mendesak Kapoda Kaltara mengungkap tuntas pihak-pihak penerima dana dari atasan-atasan Briptu HSB karena tidak mungkin atasan-atasan Briptu HSB tidak tahu praktik lancung anak buahnya yang masih dalam masa dinas tersebut," ungkap Teguh.

Selain itu, IPW juga mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk menurunkan tim Propam Mabes Polri guna mengawasi proses pemeriksaan kasus Briptu Hasbudi di Kaltara. Selain itu, dia juga mendorong agar Briptu HSB harus diberi kesempatan sebagai justice colaborator untuk dapat membongkar kasus ini dengan lebih dalam dan tuntas.

"IPW menduga kasus ini adalah persaingan bisnis, terkait dengan setoran yang tidak lancar pada oknum-oknum petinggi polisi tertentu. Dan dan stop kasusnya hanya sampai Briptu HSB sebagaimana kasus Iptu Labora Sitorus," pungkas Teguh.

Sponsored

Sekedar informasi, Briptu Hasbudi penyidik Ditkrimsus Polda Kaltara saat sedang duduk di ruang tunggu Bandara Juwata, Tarakan pada Rabu (4/5) sore. Selain Briptu Hasbudi, polisi menangkap lima orang lainnya, yakni berinisial A, P, K, M dan W. Seluruhnya ditangkap saat sedang menunggu jadwal penerbangan Lion Air tujuan Makassar, Sulawesi Selatan.

Berita Lainnya