sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jalur mudik lancar, Jakarta ke Kulon Progo hanya 7,5 jam

Tol Trans Jawa yang telah rampung, telah memberi kesan berbeda dimudik tahun ini.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Selasa, 04 Jun 2019 14:11 WIB
Jalur mudik lancar, Jakarta ke Kulon Progo hanya 7,5 jam

Mudik 2019 terasa berbeda dari tahun sebelumnya. Jika biasanya perjalanan mudik diwarnai kemacetan dan berbagai hiruk pikuknya, tetapi kesan itu terasa absen pada arus mudik tahun ini.

Salah satunya disampaikan pemudik yang telah sampai di Kulon Progo Yogyakarta, Julius Christian Prabowo. Pemudik yang menggunakan mobil pribadi ini mengatakan, arus mudik tahun ini sangat 'lancar jaya'.  Perjalanan ke Kulon Progo biasanya menghabiskan waktu 20 jam, namun pada tahun ini hanya ditempuh dengan 7,5 jam saja.

"Ini karena Tol Trans Jawa sudah selesai, jadi bisa lebih cepat," katanya saat dihubungi Alinea.id

Tol Trans Jawa yang telah rampung, telah memberi kesan berbeda dimudik tahun ini. Dampak positifnya bisa dirasakan pemudik. 

Dia pun mengangkat topi dan mengapresiasi kinerja Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Baginya jalan Tol Jakarta-Yogyakarta yang dilewatinya tak bisa dilepaskan dari kerja keras menteri Jokowi tersebut.

"Semoga dia bisa menjadi menteri lagi di pemerintahan selanjutnya. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya buat Pak Basuki. Lancar jaya pak," katanya.

Namun dia sedikit memberikan catatan kepada pemerintah soal pengelolaan arus mudik tahun ini. Salah satunya, ketersediaan rest area yang masih kurang dan kotor di titik tertentu. "Dari Brebes sampai Semarang beberapa rest area sangat berdebu," katanya.

Situasi tidak jauh berbeda juga dirasakan pemudik yang mempergunakan kereta api. Hal itu diakui oleh Ikbal salah satu pemudik tujuan Wates Yogyakarta. Mudik tahun ini terasa lebih baik dari tahun lalu, sebab ia merasakan pelayanan yang optimal dari PT KAI.

Sponsored

"Semakin bagus manajemennya sekarang, kelihatan sekali PT KAI ingin menunjukkan bahwa kareta api adalah angkutan nyaman, aman, dan terjangkau," katanya kepada Alinea.id, Selasa (4/6).

Pria yang bekerja di Arsip Nasional Republik Indonesia ini pun merasa PT KAI sangat profesional dalam mematok harga tiket KA, sehingga tetap terjangkau bagi semua kalangan.

"Saya ke Yogyakarta pakai KA Mataram dengan harga Rp350.000. Menurut saya, itu harga yang standar bagi sebuah kereta bisnis di musim mudik," katanya. 

Ikbal pun merasa pelayanan di stasiun sangat profesional, sehingga kepadatan di stasiun dapat di antisipasi. "Saya naik dari Stasiun Pasar Senen. Saya lihat sudah bagus mengelolanya," ujarnya.

Kendati demikian, masih ada catatan yang perlu diperhatikan PT KAI, yakni soal ketepatan kereta sampai daerah tujuan. "Masih molor sampai satu jam dari yang dijadwalkan," katanya.