sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kala penataan trotoar Sudirman-Thamrin diragukan

Sejumlah pihak pesimis penataan trotoar Sudirman-Thamrin rampung sesuai tenggat waktu.

Akbar Persada
Akbar Persada Rabu, 07 Mar 2018 11:33 WIB
Kala penataan trotoar Sudirman-Thamrin diragukan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 118753
Dirawat 37530
Meninggal 5521
Sembuh 75645

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mensosialisasikan program penataan trotoar dan jalan Sudirman-Thamrin, Selasa (6/3). Sosialisasi dibuka dan diresmikan langsung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta. Sesi ini dilanjutkan dengan tanya jawab dari tamu undangan, yang umumnya merupakan pemilik persil atau bidang tanah di sepanjang jalan itu.

Dari sejumlah pertanyaan yang disampaikan perwakilan persil, terselip pernyataan bernada keraguan dari sejumlah tokoh. Salah satunya perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Sugeng, yang bertugas menata trotoar sepanjang 27.000 meter untuk kawasan Gelora Bung Karno. Ia mengaku heran dengan konsep penggunaan batu alam pada penataan trotoar tersebut.

Baginya, tak mudah memenuhi suplai batu alam sesuai berkonsep sabuk nusantara dengan berbagai motif di muka trotoar, sepanjang 6,6 kilometer (km) dari Patung Pemuda Senayan, hingga Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat. Terlebih, tenggat waktu yang diberikan hanya lima bulan sebelum perhelatan Asian Games.

"Jadi saya agak heran melihat penggunaan batu alam ini," ujar Sugeng di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa (6/3).

Pasalnya, sambung Sugeng, untuk memenuhi target pengerjaan 5.000 sampai 6.000 meter trotoar GBK dengan menggunakan batu alam saja butuh waktu hingga dua bulan. "Dari segi pelaksanaan sangat mepet benar. Terus terang kami mengusulkan akhirnya di GBK menggunakan beton cetak warna," ungkapnya.

Merespons keraguan tersebut, Achmad Noerzaman dari Arkonin, selaku perancang penataan trotoar dan jalan Sudirman-Thamrin memafhumkannya.

"Kami juga menyadari tentang suplai batu alam yang terbatas. Jadi kami memberikan beberapa alternatif," terangnya. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, alternatif apa yang akan dilakukan ketika suplai batu alam benar-benar tidak dapat dipenuhi.

Namun ia optimis, konsepnya dapat tercapai sesuai target dan tenggat waktu yang ditentukan. Sebab konsep pembangunan sejauh ini sudah mengarah ke pemindahan pengguna kendaraan pribadi ke atas trotoar selebar 12 meter. Harapannya, trotoar itu bisa selesai tepat waktu dan selaras dengan konsep premium yang diusung.

Sponsored

Menurut Noerzaman penggunaan batu alam tetap dapat direalisasikan mengingat PT Kepland Investama, penanggung jawab pengerjaan trotoar di segmen Patung Kuda, Senayan, sampai Kali Krukut sudah melaksanakan pemesanan batu granit. "Sudah dikonfirmasi dan bahannya pun sudah siap dikapalkan," ucapnya.

Selain itu, Noerzaman juga mengklaim telah melakukan pemesanan batu andesit dari berbagai vendor untuk mengantisipasi keterbatasan suplai. Ia meyakini pengerjaan batu tersebut juga tidak memakan waktu lama karena pola pemasangannya sudah dibuat sebelum batuan dipesan.

"Tinggal pasang keramik, bukan potong di tempat, tapi dikerjakan di pabriknya. Jadi memang tidak mungkin di waktu yang pendek ini harus potong-potong di tempat," imbuhnya.

Berita Lainnya