sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kasus Formula E, dua pejabat KPK dilaporkan ke Dewas

Deputi Penindakan KPK Karyoto dan Deputi Penyelidikan KPK Endar Priantoro, dilaporkan ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

Gempita Surya
Gempita Surya Selasa, 24 Jan 2023 17:56 WIB
Kasus Formula E, dua pejabat KPK dilaporkan ke Dewas

Dua pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni Deputi Penindakan KPK Karyoto dan Deputi Penyelidikan KPK Endar Priantoro, dilaporkan ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

Kabar pelaporan Karyoto dan Endar tersebut dikonfirmasi oleh anggota Dewas Dewas KPK, Syamsuddin Haris. Syamsuddin mengatakan laporan tersebut sedang dipelajari Dewas KPK.

"Ya benar, sedang dipelajari," kata Syamsuddin saat dikonfirmasi, Selasa (24/1).

Pelaporan tersebut diduga terkait kasus dugaan korupsi Formula E yang tengah ditangani KPK. Meski demikian, Syamsuddin masih belum berkomentar lebih lanjut perihal laporan tersebut maupun dugaan pelanggaran etik yang ditemukan oleh Dewas KPK.

Sebelumnya, Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan, pihaknya telah meminta jawaban kepada KPK terkait isu keterlibatan pimpinan KPK dalam rangkaian pengungkapan kasus Formula E.

Tumpak menyatakan pihaknya telah mendengar jawaban dari KPK, dan menegaskan Dewas tidak pernah mencampuri proses gelar perkara yang dilakukan KPK.

Kendati demikian, Dewas KPK tetap membuka kemungkinan untuk melakukan pembahasan terkait kabar tersebut dalam rapat koordinasi dan pengawasan (rakorwas) bersama para pimpinan KPK.

Sementara itu, mantan petinggi KPK Bambang Widjojanto atau BW sebelumnya mengungkap ada tiga pimpinan KPK mendatangi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ekspose kasus Formula E.

Sponsored

Kasus dugaan korupsi Formula E yang saat ini tengah didalami KPK, disebut-sebut sebagai upaya untuk menghadang mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2024.

BW menyebut, ekspose dan kehadiran tiga pimpinan KPK ditujukan untuk meminta BPK melakukan audit kerugian negara.

"Jika tahapan suatu kasus baru dalam tahap penyelidikan dan BPK sudah diminta untuk mengaudit kerugian negara, maka KPK sudah sengaja menarik BPK untuk melakukan tindakan melawan hukum karena kerugian keuangan negara baru dapat dilakukan dalam tahapan penyidikan," kata BW dalam keterangan tertulis, Senin (16/1).

Menurut BW, tindakan yang dilakukan tiga pimpinan KPK tersebut adalah perbuatan melanggar hukum. 

"Jika informasi di atas dikaitkan dengan kasus Formula E dimana kasus masih dalam tahapan penyelidikan padahal belum ditemukan mens rea, maka pimpinan KPK telah melakukan tindakan sewenang-wenang dan melakukan pelanggaran hukuman," ujar dia.

Selain itu, BW menilai, ekspose di BPK yang dihadiri langsung oleh pimpinan KPK merupakan suatu hal yang tidak lazim. Setidaknya ada tiga hal yang membuat tindakan tersebut menjadi tidak lazim.

Pertama, kasus masih dalam tahap penyelidikan namun sudah dilakukan ekspose kepada lembaga lain. Kedua, meminta lembaga lain menghitung kerugian keuangan negara padahal kasus masih dalam tahap penyelidikan.

"Ketidaklaziman ketiga, ada tiga pimpinan KPK yang hadir sendiri dalam ekspose, karena biasanya ekspose itu hanya dilakukan oleh Satgas Penyelidiknya saja," tutur BW.

Oleh karena itu, BW menduga tiga pimpinan KPK telah melanggar sumpah dan kewajibannya sebagai penegak hukum. Menurutnya, hal ini membahayakan proses penegakan hukum di Indonesia.

"Seluruh fakta di atas menegaskan bahwa pimpinan KPK telah melanggar sumpahnya, dan sekaligus melanggar asas proporsionalitas, akuntabilitas dan kepastian hukum dalam menjalankan tugas dan kewajibannya," ujar BW.

Berita Lainnya
×
tekid