sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kejagung kembali limpahkan berkas eks Dirut Jiwasraya

Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan berkas oleh JPU.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 14 Apr 2020 11:48 WIB
Kejagung kembali limpahkan berkas eks Dirut Jiwasraya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 70736
Dirawat 34668
Meninggal 3417
Sembuh 32651

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali melimpahkan berkas tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Hendrisman Rahim, ke jaksa penuntut umum. Ini merupakan kali kedua berkas eks Direktur Utama Jiwasraya tersebut diserahkan ke JPU, setelah penyidik memperbaiki berkas yang sebelumnya dinyatakan belum lengkap. 

"Berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi atas nama HR sudah diserahkan kembali ke JPU pada Senin (6/4)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono dalam keterangan resmi yang diterima Alinea.id, di Jakarta, Selasa (14/4).

Hari menyatakan, penyidik juga melakukan pelimpahan berkas perkara tahap satu dari salah satu tersangka yang berasal dari pihak swasta. Penyerahan berkas dilakukan pada Senin (9/4).

"Berkas perkara tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang atas nama tersangka BT (Benny Tjokrosaputro) telah dilaksanakan penyerahan berkas perkara tahap I pada Kamis (9/4)," ujar Hari.

Sponsored

Dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), penyidik Kejaksaan Agung menetapkan enam tersangka. Mereka adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Komisaris Utama PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK, kasus ini diperkirakan telah menyebabkan kerugian negara senilai Rp16,9 triliun. Penyidik Kejaksaan Agung telah menyita sejumlah aset milik tersangka dalam kasus ini. 

Aset-aset tersebut akan digunakan untuk mengganti kerugian negara dalam kasus ini. Menurut penghitungan BPK, aset para tersangka yang telah disita mencapai Rp13,1 triliun.

Berita Lainnya