close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi RSCM. Alinea/Fitra Iskandar
icon caption
Ilustrasi RSCM. Alinea/Fitra Iskandar
Nasional
Kamis, 09 Februari 2023 20:15

Kemenkes imbau masyarakat tak tunda merujuk anak jika ada gejala gagal ginjal akut

Meskipun demikian, pasien akhirnya dirujuk ke RSCM dan mendapatkan perawatan intensif.
swipe

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk segera membawa anak-anak ke fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi rujukan apabila terdeteksi mengalami gejala gagal ginjal akut. Hal ini merupakan upaya antisipasi agar kondisi anak tidak semakin memburuk dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

"Kalau sudah tidak bisa keluar kencing sama sekali, itu jangan lagi bawa ke puskesmas, langsung rujuk ke rumah sakit," kata juru bicara Kemenkes, M. Syahril di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (9/2).

Diketahui, satu kasus konfirmasi gagal ginjal akut dilaporkan meninggal dunia meski sempat mendapatkan perawatan intensif dan terapi fomepizole. Hal ini disinyalir lantaran pasien terlambat mendapat pertolongan medis.

Dari kronologi kasus konfirmasi gagal ginjal akut yang diungkapkan Kemenkes, keluarga sempat menolak pasien dirujuk ke RSCM. Padahal, pasien anak berusia 1 tahun tersebut menunjukkan gejala gagal ginjal akut, yakni tidak bisa buang air kecil.

Meskipun demikian, pasien akhirnya dirujuk ke RSCM dan mendapatkan perawatan intensif. Namun, Syahril menyebut kondisi pasien sudah berada di stadium berat. Pasien pun dinyatakan meninggal dunia pada 1 Februari 2023.

"Dengan kasus ini, orang tua memang tidak langsung bawa rujuk ke rumah sakit. Dengan kasus ini juga menjadi pembelajaran bagi kita, apabila terjadi begitu ketika nakes sudah rekomen untuk rujuk ke rumah sakit, harusnya segera dirawat," ujar Syahril.

Selain itu, Syahril memastikan penanganan temuan baru kasus gagal ginjal akut dilakukan sesuai prosedur. Pihaknya juga telah mengupayakan pencegahan di tingkat masyarakat untuk mengantisipasi kasus gagal ginjal akut kembali terjadi.

"Tidak ada perbedaan, sudah ada protapnya, mitigasi sudah ada. Jadi penanganan awal, di tingkat masyarakat harus bagaimana, kalau masih stadium 1 bagaimana, dan seterusnya," tuturnya.

Ditambahkan Syahril, Kemenkes saat ini masih melakukan investigasi terhadap penyebab pasti dari kasus gagal ginjal akut yang baru-baru ini dilaporkan. Kasus ini diduga disebabkan konsumsi obat sirop Praxion, namun BPOM menyebut obat tersebut terbukti aman dan masih memenuhi standar dari hasil pengujian seluruh sampel.

"Masih dalam investigasi, apakah betul obat itu yang menjadi penyebab atau ada faktor lain. Ini yang masih dalam penyelidikan," ucap Syahril.

Artikel ini ditulis oleh :

img
Gempita Surya
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan