sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemensos akui distribusi bansos tidak berjalan sempurna

Hartono menyebut nilai setiap paket sembako sebesar Rp300.000.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 30 Okt 2020 11:32 WIB
Kemensos akui distribusi bansos tidak berjalan sempurna
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Kementerian Sosial (Kemsos) mengakui penyaluran bantuan sosial (bansos) tidak akan berjalan sempurna seutuhnya. Kilahnya, jumlah penerima tergolong banyak.

"Bansos sembako (BSS) ini, kan, jumlahnya 1,9 juta KPM (keluarga penerima manfaat), ya. Kemudian untuk bansos beras (BSB) 10 juta. Jadi, kalau satu-dua ada masalah mungkin saja," kata Sekretaris Jenderal Kemensos, Hartono Laras.

"Tapi, kami pastikan sudah ada monitoring untuk memastikan bansos bisa tepat sasaran, tepat kualitas, dan tepat harga, baik sebelum, selama, dan evaluasi sesudah pelaksanaan program," sambungnya, melansir situs web Kemensos.

Dirinya mengungkapkan, pihaknya banyak menerima masukan tentang penyaluran bansos. Seluruhnya klaim sudah ditindaklanjuti. Dicontohkannya dengan kualitas beras yang didistribusikan, vendor diminta segera menggantinya.

Sponsored

"Kami tidak segan menegur atau memberi sanksi kepada vendor yang tidak berkomitmen. Kalau jenis barang memang bisa berbeda merek atau barangnya. Namun, harga dan jenisnya sama atau setara," jelasnya.

Dirinya pun meluruskan, setiap paket sembako yang disalurkan bernilai Rp300.000, bukan Rp270.000 sebagaimana isu yang berkembang. Alasannya, ada ongkos pengiriman dan kemasan bansos sebesar Rp30.000 per paket.

"Kan, paket sembako ini perlu dikemas supaya mudah didistribusikan. Kemudian, untuk transportasi ini juga timbul biaya. Jadi, dipastikan biaya untuk satu paket BSS adalah Rp300.000," tandas Hartono.

Berita Lainnya