sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kendalikan narkoba, Polda Metro siap bersinergi dengan Granat

"Sebagai kapolda, kami butuh ormas Granat. Mudah-mudahan Granat makin jaya dan bisa bekerja sama lebih erat."

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 29 Okt 2021 06:09 WIB
Kendalikan narkoba, Polda Metro siap bersinergi dengan Granat

Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Fadil Imran, menyatakan, narkoba menjadi salah satu persoalan utama yang ada di wilayahnya. Ini dibuktikan dengan keberhasilan mengamankan hingga 2,3 ton sabu-sabu sepanjang tahun ini hingga Oktober 2021. 

"Kita tangkap tidak hanya di darat, tetapi sudah sampai di laut," ucapnya dalam Syukuran 22 Tahun Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) di Jakarta, Kamis (28/10) malam. "Memang garis pantai yang cukup panjang jadi persoalan, apalagi posisi geografis bangsa ini."

Fadil melanjutkan, penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu kejahatan yang sangat berpengaruh dalam keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Perampokan, pencurian, dan begal, misalnya.

"Hampir semua pelaku begal, jambret, rampok. Ketika saya tanya, 'Kenapa merampok?' (Jawabnya) karena butuh uang untuk beli narkoba. Jadi, narko bukan hanya untuk enjoyed, untuk menikmati, tapi punya peran terhadap tindak pidana-pidana lain," tuturnya.

Menurutnya, peredaran narkoba dapat diatasi jika ditangani sejak hulu hingga hilir. Namun, kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam menaganinya.

"Sebagai kapolda, kami butuh ormas Granat. Mudah-mudahan Granat makin jaya dan bisa bekerja sama lebih erat. Granat diperlukan oleh bangsa ini," harap mantan Kapolda Jawa Timur (Jatim) itu.

Pada kesempatan sama, Ketua Dewan Pembina Granat, Komjen (Purn) Togar Sianipar, mengatakan, Granat bukan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM), melainkan organisasi kemasyarakatan (ormas). "Artinya, kita punya road map, peta jalan untuk wujudkan visi misi."

Pada usianya yang ke-22 tahun, terangnya, Granat sudah eksis se-Indonesia. Namun dalam perjalanannya, sebagian pengurus di daerah tidak berjalan optimal. Hanya beberapa DPD, yang berada di tingkat provinsi, yang aktif. Di Sumatera Utara dan Maluku, contohnya.

Sponsored

"Di sana, betul-betul berkembang. Mereka mengerti Granat ini apa, jadi mereka mengabdi," jelas mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu.

Ketua Umum Granat, KRH Henry Yosodiningrat, menerangkan, segera menata organisasi di daerah agar bisa kembali bekerja maksimal. Upaya tersebut dikerjakan beriringan dengan penanganan penyalahgunaan narkoba. "Saya ingin pararel," ujarnya.

Henry mengakui, "membumihanguskan" narkoba dari Indonesia. Karenanya, "peredaran barang" ini harus dikendalikan sehingga penyalahgunaan bisa dicegah.

"Bahwa ada narkoba itu persoalan lain. Yang penting tidak ada penyalahgunaan," tegas politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Mengenai penataan organisasi di daerah, Henry melanjutkan, dirinya sudah berkoordinasi dengan pengurus agar segera menginventarisasi DPD yang "mati suri" dan dibekukan.

"Dalam waktu singkat, akan kita bekukan dan susun kembali. Kemudian, kita safari ke DPD-DPD yang 'mati suri'," katanya.

Dia mengungkapkan, juga telah berkomunikasi dengan beberapa Kapolda agar merekomendasikan nama yang layak memimpin Granat di wilayah hukumnya. Dicontohkannya dengan Aceh.

"Saya beberapa hari lalu dokumentasi via telepon kepada Kapolda Aceh supaya rekomendasikan nama, tapi diteliti dahulu untuk kita beri mandat untuk bentuk DPD, DPC, dan PAC," tutup Henri.

Berita Lainnya