close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
icon caption
Nasional
Selasa, 06 Desember 2022 16:20

Kepala Barantan sebut PMK di Sumbawa Barat terkendali

Lebih lanjut, ia menyampaikan tugas utama Barantan Pertanian adalah memfasilitasi lalu lintas antararea agar aman, sehat, dan cepat.
swipe

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang mengapresiasi kinerja tim Barantan dan pihak lainnya yang terlibat dalam pengendalian penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) karena relatif terkendali. Disampaikan Bambang, vaksinasi di wilayah tersebut yang menjadi salah satu sentra ternak yang ada di NTB telah terealisasi vaksinasi terhadap hewan ternak mencapai 75% hingga 78%.

"Kami sampaikan apresiasi kepada tim Barantan Sumbawa, tim Satgas PMK daerah, dan instansi terkait yang telah mengawasi dan mengendalikan kasus PMK. Kerja sama ini membuat PMK terkendali," ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/12).

Bambang menyampaikan, hingga saat ini per Juni 2022 populasi ternak besar (sapi, kerbau, dan kuda) mencapai 1 juta ekor. Sedangkan untuk ternak kecil (babi, kambing, dan domba) sebanyak 852.426 ekor. Dari jumlah tersebut, hampir 60% populasinya berada di Pulau Sumbawa.

Selanjutnya Bambang juga meminta bupati dan sekretaris daerah sebagai ketua Satgas PMK daerah untuk mengambil langkah taktis agar 35 kasus PMK tersisa dapat segera dilakukan pemotongan bersayarat.

"Usai pemotongan, juga memberikan penggantian kerugian kepada peternak agar tak terjadi penularan," lanjut Bambang.

Bambang juga mengingatkan untuk memperkuat sistem perkarantinaan dengan penerapan biosecuriti yang ketat, juga memastikan ternak sudah divaksin dan sudah ada penanda eartag secure QR code sesuai Surat Edaran Kepala Badan Karantina Nomor 28663/KR.120/11/2022.

"Buka tutup lalu lintas ternak mengharuskan kita mengetatkan pengawasan lalu lintas ternak, khususnya hewan rentan PMK di pelabuhan," jelas dia.

Lebih lanjut, ia menyampaikan tugas utama Barantan Pertanian adalah memfasilitasi lalu lintas antararea agar aman, sehat, dan cepat.

"Namun tetap harus ketat menjaga sesuatu yang tidak terlihat tapi jika sampai bocor akibatnya sangat luar biasa merugikan masyarakat," jelas Bambang.

Berdasarkan data crisiscenterpmk per 6 Desember, kasus PMK tercatat sebanyak 584.264 kasus. Dari jumlah itu, 524.607 ekor sudah sembuh, 13.692 ekor potong bersyarat, 10.564 ekor mati, dan 35.401 ekor belum sembuh. Vaksinasi PMK sudah menjangkau 7.860.081 dosis.

Artikel ini ditulis oleh :

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan