sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ketua Khliafatul Muslimin ditangkap bukan hanya karena konvoi khilafah

Ketua Khilafatul Muslimin ditangkap juga karena ITE dan Undang-Undang Ormas.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 07 Jun 2022 10:54 WIB
Ketua Khliafatul Muslimin ditangkap bukan hanya karena konvoi khilafah

Polri membeberkan terkait penangkapan Ketua Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja di Lampung. Hingga kini, pemeriksaan terhadap Qadir tersebut.

"Sudah ditangkap dan statusnya tersangka," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo kepada Alinea.id, Selasa (7/6).

Dedi menjelaskan, penangkapan Abdul Qadir Hasan Baraja tidak hanya terkait dengan konvoi khilafah yang terjadi di beberapa daerah. Namun, terkait beberapa tindak pidana lainnya yang ditemukan dalam penyidikan jajaran Polda Metro Jaya.

"Bukan (hanya terkait konvoi), terkait pelanggaran Undang-Undag Ormas dan ITE membuat berita hoaks dan kegaduhan di masyarakat," ucap Dedi.

Sebelumnya diberitakan, konvoi rombongan pemotor dengan membawa sebuah tulisan 'Kebangkitan Khilafah' sempat terekam di daerah Cawang, Jakarta Timur, pada Minggu, (29/5). 

Peristiwa itu terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat salah satu tulisan yang dibawa oleh rombongan adalah 'Sambut kebangkitan khilafah Islamiyah'.

Konvoi kampanye khilafah yang dilakukan sejumlah orang menggunakan sepeda motor, tak hanya terjadi di Cawang, Jakarta Timur, melainkan juga di Kecamatan Parongpong, KBB yang sebelumnya disebut Kota Cimahi, dan kabupaten Karawang. Selain itu, ada pula di Purwakarta, kawasan Priangan, Sumedang, Cirebon, Brebes, Tegal, Klaten, Solo hingga di Surabaya dan sekitarnya.

 Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri tengah mencurigai adanya maksud lain di balik aksi konvoi yang digelar kelompok Khilafatul Muslimin. Pasalnya, aksi konvoi itu berlangsung di sejumlah daerah tanah air secara serentak.

Sponsored

Kabagbanops Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Kombes Aswin Siregar mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan di setiap daerah masing-masih keberadaan kelompok tersebut. pihaknya menjalin dengan anggota kepolisian lainnya, sehingga segala informasi yang dibutuhkan terkait peristiwa itu dapat menjadi modal untuk pengambilan sikap.

"Kita masih menyelidiki motif kegiatan ini meskipun ini hanya terlihat sebagai propaganda, bisa saja ada maksud lain di dalamnya,” kata Aswin kepada Alinea.id, Kamis (2/6).

Berita Lainnya
×
tekid