sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Usai gempa, warga Ambon telah kembali ke rumah

Setelah satu jam gempa pertama, BMKG menunjukkan adanya 10 aktivitas gempa bumi susulan.

Mona Tobing
Mona Tobing Kamis, 26 Sep 2019 10:17 WIB
Usai gempa, warga Ambon telah kembali ke rumah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Situasi Kota Ambon, Maluku pada Kamis (26/9) pada pukul 11.40 WIT sudah kembali tenang usai pemberitahuan tidak adanya potensi tsunami setelah gempa bermagnitudo 6,8 melanda wilayah itu sekitar pukul 06.46 WIB.

Warga yang sempat panik dan pergi berbondong-bondong ke dataran tinggi, sudah mulai kembali ke rumahnya masing-masing, setelah mendengar kabar tidak adanya potensi tsunami.

Meski demikian, hingga siang hari gedung-gedung perkantoran baik pemerintah maupun swasta masih terlihat sepi karena ditinggal karyawannya sejak pagi yang berupaya menyelamatkan diri dan keluarganya masing-masing. 

Sejumlah tempat perbelanjaan di pusat Kota Amon, seperti: Ambon Plaza, Fritz (swalayan), Maluku City Mall, dan Ambon City Center juga terlihat masih tutup.

Bahkan, sejak terjadinya gempa pada Kamis pagi, sejumlah warung pun belum buka hingga Kamis siang.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Maluku, Wellem Wattimena, berharap warga Kota Ambon tenang dan tidak panik karena gempa tidak berpotensi tsunami. 

"Jangan panik dan jangan cemas, semoga Tuhan melindungi kita semua," ujarnya.

Sebelumnya, Kamis pukul 06.46.44 WIB, wilayah Kota Ambon dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi bermagnitudo 6,8, yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 6,5.

Sponsored

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyatakan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,43 LS dan 128,46 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 42 km arah timur laut Kota Ambon, Propinsi Maluku pada kedalaman 10 km. Gempa disebut Rahmat tidak berpotensi tsunami.

Hingga satu jam setelah terjadinya gempa pertama, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 10 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitude terbesar 5,6.

Pembantu Dekan (PD) IV Fakultas Tekhnik Universitas Pattimura Ambon, John Tupan mengatakan, seorang mahasiswi dilarikan ke puskesmas terdekat untuk menjalani perawatan medis akibat mengalami luka di bagian kepala. Korban berupaya menyelamatkan diri, namun terjatuh dan mengalami luka di kepala serta pingsan saat terjadi gempa bumi dan terinjak rekan-rekannya.

"Satu mahasiswi kami memang terluka dan pingsan, tetapi kalau yang dilaporkan meninggal dunia di Fakultas Pertanian belum diketahui pasti, namun yang jelas bangunan kampus itu juga mengalami kerusakan saat terjadi gempa," ujarnya.

Sejauh ini BMKG masih mengimbau kepada masyarakat Pulau Ambon dan sekitarnya untuk waspada dan tetap berada di tempat-tempat terbuka guna mencegah terjadinya gempa bumi susulan.

Gempa ini membuat ribuan warga kota mengungsi ke tempat-tempat yang posisinya lebih tinggi dari permukaan laut seperti kawasan Karangpanjang, dan terlihat puluhan anak-anak sekolah dasar yang berlindung di Kantor Wilayah anggaran Ditjen Pajak. (Ant)

Berita Lainnya