sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

OTT jadi tolak ukur, KPK: Persepsi masyarakat jadi tantangan ke depan

Hasil survei KedaiKOPI menjadi potret bagi KPK mengenai pandangan publik.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Selasa, 02 Feb 2021 13:42 WIB
 OTT jadi tolak ukur, KPK: Persepsi masyarakat jadi tantangan ke depan

Pendiri Lembaga Survei Kelompok Diskusi Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio, menyebut, salah satu yang penting dalam persepsi pemberantasan korupsi adalah dijadikannya operasi tangkap tangan (OTT) sebagai tolak ukur. Namun, lebih banyak masyarakat yang menginginkan tidak ada rasuah.

Hal tersebut berdasarkan survei KedaiKOPI 4-11 Januari 2021. Sehingga, imbuh Hendri, meskipun OTT menjadi cerminan publik menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tapi rakyat lebih ingin rasuah berkurang secara drastis.

"Walaupun OTT masih menjadi cerminan kinerja KPK, tapi masyarakat Indonesia ingin sekali pemberantasan korupsi di Indonesia bisa selesai dengan berkurangnya tindakan korupsi," ujarnya saat konferensi pers usai memberikan hasil survei kepada KPK, Jakarta, Selasa (2/2).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, hasil survei KedaiKOPI menjadi potret bagi lembaga antirasuah mengenai pandangan publik. Menurutnya, persepsi masyarakat itu selanjutnya merupakan tantangan bagi kinerja KPK ke depan.

"Intinya, bahwa KPK terbuka untuk menerima penilaian dari publik, terbuka untuk kemudian menerima sebagai bagian dari cermin dan potret KPK, bagaimana publik menerima KPK dan bagaimana kami kemudian menindaklanjutinya atas opini publik tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, survei KedaiKOPI menunjuk 85,8% publik menilai KPK berhasil menjalankan tugas jika melakukan OTT. Namun, kata Direktur Eksekutif KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo, ketika responden ditanya lebih pilih banyak OTT atau kasus korupsi lebih sedikit, persentasenya terbilang 50:50.

"Berbeda dari pertanyaan sebelumnya kalau tadi 85,8% responden bilang banyak OTT, kalau di sini hampir 50:50 yang bilang bahwa indikator KPK berhasil itu ada 50% bilang banyak OTT, 50% bilang korupsinya sedikit," ucap Kunto saat memaparkan hasil survei secara virtual.

Survei KedaiKOPI berlangsung 4-11 Januari 2021 di 34 provinsi. Menggunakan metode face to face interview dengan protokol kesehatan, serta 2.000 responden yang terbagi 50,2% laki-laki dan 49,8% perempuan.

Sponsored

Di tingkat usia, 25-40 tahun 42,6%, 41-56 tahun 27,9%, 17-24 tahun 21,5% dan 57-65 tahun 8%. Error sampling kurang lebih 2,19% dengan interval kepercayaan 95%.

Berita Lainnya