sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KPK rampungkan penyidikan penyuap Bupati Cirebon

Masa penahanan Dirut PT Kings Property Indonesia (KPI), Sutikno, pun diperpanjang selama 20 hari.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Rabu, 24 Feb 2021 10:58 WIB
KPK rampungkan penyidikan penyuap Bupati Cirebon
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas perkara Direktur Utama PT Kings Property Indonesia (KPI), Sutikno (STN), pada Selasa (23/2). Dia pun telah diserahkan kepada jaksa penuntut umum (JPU).

Sutikno terjerat kasus dugaan suap terkait perizinan dan properti di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar). Dirinya diterka menyuap bekas Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra (SP).

"Selasa (23/2), tim penyidik KPK melaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) kepada tim JPU dengan tersangka STN dalam perkara dugaan TPK (tindak pidana korupsi) suap kepada SP, Bupati Cirebon 2019-2024," ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Juru bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, Rabu (24/2).

Ali menjelaskan, JPU melanjutkan penahanan Sutikno selama 20 hari terhitung sejak 23 Februari 2021. Dia mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK Kavling C-1, Jakarta.

"Selama proses penyidikan telah diperiksa 30 saksi. Di antaranya Sunjaya Purwadisastra dan para aparatur sipil di Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Cirebon," ucapnya.

Kasus bermula pada 2017 saat PT KPI ingin berinvestasi di Kabupaten Cirebon dengan membangun kawasan industri pabrik sepatu. Berkenaan dengan itu, Sutikno menugaskan Sukirno untuk mengurus izin di dinas terkait dan berkomunikasi dengan pemkab.

Sukirno juga ditugaskan beraudiensi dengan masyarakat dan perangkat desa. Ini terkait rencana pembebasan lahan.

Selanjutnya, Sutikno diduga memerintahkan Sukirno memberikan uang Rp4 miliar kepada Sunjaya melalui ajudannya. Duit itu diterka demi memperlancar proses izin kawasan industri pabrik.

Sponsored

Atas perbuatannya, Sutikno disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya

Jokowi Presiden, wajar disambut massa

Minggu, 28 Feb 2021 09:17 WIB

DC garap film reboot Superman berkulit hitam

Senin, 01 Mar 2021 15:53 WIB

Catatan Setahun Penanganan Pandemi Covid-19

Senin, 01 Mar 2021 15:41 WIB