sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KPK tangkis serangan isu Taliban: Kalau militan berantas korupsi iya!

KPK curigai isu radikalisme dan Taliban didengungkan untuk kepentingan oknum tertentu.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Selasa, 26 Jan 2021 07:29 WIB
KPK tangkis serangan isu Taliban: Kalau militan berantas korupsi iya!

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan, isu ada radikalisme dan taliban di KPK merupakan rumor sejak 2019. Dia menegaskan tuduhan yang disematkan kepada lembaga antirasuah itu salah.

"Kalau taliban dalam pengertian militan dalam melakukan pemberantasan korupsi mungkin iya, tapi kalau taliban yang lain mungkin hanya ada di Afghanistan," ucapnya, Senin (25/1).

Senada, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menegaskan radikalisme dan taliban tidak ada di lembaga antisuap. Pihaknya curiga isu didengungkan untuk kepentingan oknum tertentu.

"KPK mencurigai diangkatnya isu tersebut adalah upaya pihak-pihak yang punya tujuan-tujuan tertentu apa pun itu," ujarnya.

Ghufron menjelaskan, video yang kembali ramai adalah rekaman lama yang merupakan audiensi KPK 11-12 September 2019. Saat itu, komisi antisuap sedang menerima perwakilan masyarakat antikorupsi, akademisi, dan mahasiswa yang memiliki perhatian khusus untuk isu rasuah.

Kegiatan tersebut, imbuhnya, sudah pernah dijelaskan dalam keterangan resmi yang dimuat dalam laman KPK. Ghufron pun memastikan lembaga antirasuah tetap bekerja di koridor hukum.

"KPK akan selalu mengedepankan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas dalam penanganan perkara. Kami selalu terbuka atas kritik dan mengajak masyarakat untuk mengawal setiap prosesnya," ucapnya.

Sebelumya, penyidik senior KPK Novel Baswedan berpendapat isu radikal dan taliban sudah sering digunakan untuk menyerang lembaga antirasuah. Menurutnya, gunjingan itu kerap digunakan pendukung koruptor.

Sponsored

Novel menengarai, apabila isu tersebut diembuskan, maka ada pihak tertentu yang merasa kepentingannya terganggu. Dia pun menegaskan, rumor adanya paham radikal dan taliban di internal KPK tidak benar.

Berita Lainnya