sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Korban bencana longsor di Toba Samosir mencapai 9 orang

Pencarian korban jiwa longsor di Toba Samosir masih terus dilakukan.

Mona Tobing
Mona Tobing Senin, 17 Des 2018 08:29 WIB
Korban bencana longsor di Toba Samosir mencapai 9 orang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 381.910
Dirawat 63.733
Meninggal 13.077
Sembuh 305.100

Bencana tanah longsor yang terjadi di Toba Samosir pekan lalu, telah menelan sembilan korban jiwa. Pencarian korban masih terus dilakukan sambil dilakukan pembersihan material. 

Pembersihan material tanah longsor di Desa Halado, Kecamatan Pintu Mohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara, menggunakan lima unit alat berat. Alat terdiri dari empat unit milik Pemda dan satu unit milik PT Inalum, serta alat penggali lain berupa cangkul dan sekop. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toba Samosir, Herbet Pasaribu menjelaskan pembersihan sisa material tanah longsor melibatkan tim gabungan yang terdiri dari: Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, karyawan PT Inalum, dan warga masyarakat setempat. Tim gabungan saat ini masih melakukan pencarian terhadap satu orang lagi korban tertimbun tanah longsor di Desa Halado, atas nama Sutan Marpaung (37). 

Herbet mengatakan, pencarian terhadap korban tersebut, Minggu (16/12) sekitar pukul 17.00 WIB, dihentikan karena cuaca ekstrem dan hujan turun lebat. Pencarian terhadap warga Desa Halado yang tertimbun longsor, sudah selama lima hari dan belum lagi membuahkan hasil.

"Tim gabungan masih terus bekerja di lapangan untuk menemukan korban banjir tersebut," kata Herbet.

Herbet menyebutkan, satu orang korban tertimbun tanah longsor, telah ditemukan di lokasi kejadian, Sabtu (15/12) pukul 08.30 WIB. Korban tersebut, atas nama Kasmer Marpaung (35) merupakan warga Desa Halado.

Setelah ditemukannya korban tersebut, maka jumlah warga tertimbun tanah longsor yang meninggal dunia sebanyak sembilan orang. Korban yang selamat sebanyak lima orang, dan sebagian diantara mereka mendapat perawatan di poliklinik, serta telah kembali ke rumah.

"Selain itu, sebanyak 39 warga Desa Halado atau delapan kepala keluarga (KK) yang menghuni delapan rumah, telah diungsikan ke tempat yang lebih aman guna menghindari tanah longsor," kata Kepala Herbet. 

Sponsored

Peristiwa longsor terjadi Rabu (12/12) sekitar pukul 23.30 WIB, yang berlokasi di Desa Halado, tepatnya di Jalan lintas Sigura-gura, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, menimpa tiga unit rumah warga. Sembilan korban yang meninggal berada dibawah tumpukan tanah pada bangunan rumah yang tertimbun material longsor. 

Korban teridentifikasi antara lain: Bantu Tambunan (70), Jones Tambunan (46), Nurcahaya boru Marpaung (40), Ahmadi Tambunan (23), Ambrin Tambunan (13), Sarlina boru Tambunan (19), Rosdiana boru Nainggolan (35), Nia boru Marpaung (14) dan Kasmer Marpaung (35).

Sedangkan, lima korban selamat dan mengalami luka-luka, beberapa diantaranya Jelly Marpaung (12) dan Alpen Marpaung (5). (Ant)
 

Berita Lainnya