logo alinea.id logo alinea.id

Mahfud MD: Kursi rektor UIN bernilai Rp5 miliar

Buntut kasus Romahurmuzy, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengungkapkan kursi rektor UIN bernilai Rp5 miliar.

Sukirno
Sukirno Rabu, 20 Mar 2019 02:58 WIB
Mahfud MD: Kursi rektor UIN bernilai Rp5 miliar

Buntut kasus Romahurmuzy, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengungkapkan kursi rektor Universitas Islam Negeri (UIN) bernilai Rp5 miliar.

Mahfud menjelaskan hal itu di sebuah program Indonesia Lawyers Club yang ditayangkan langsung oleh stasiun televisi swasta TV One, Selasa (19/3) malam.

Dia mengungkapkan bahwa dirinya tahu dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dijejaknya nama Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy. 

Mahfud mengaku pada 18 Agustus 2015, dirinya mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Isinya, mengadukan sejumlah kasus korupsi dan amburadulnya hukum di Indonesia.

"Surat saya kepada presiden itu oleh Istana didisposisi ke KPK. Di situlah saya diundang ke KPK," kata Mahfud.

Ternyata, sambungnya, banyak sekali orang yang menerima uang suap. KPK bukan membocorkan kasus, tetapi menjelaskan atas surat yang dikirimkan oleh Mahfud kepada presiden.

Kemudian, masalah jual beli jabatan melalui cara tak wajar. Mahfud mencontohkan kasus di Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar. 

"Profesor Andi Faisal Bakti, dua kali menang pemilihan rektor di UIN, tidak diangkat," kata dia.

Sponsored

Ketika Andi terpilih dan menang, kemudian dibuat aturan calon rektor harus tinggal di UIN Makassar minimal 6 bulan. Masalahnya, Andi sebagai dosen UIN Makassar telah pindah ke Jakarta setelah dirinya kembali dari Kanada.

Aturan itu dibuat sesudah Andi menang. Bahkan, aturan itu dibuat tengah malam. Sehingga, Andi tak pernah dilantik menjadi rektor UIN Makassar. 

Mahfud kemudian mengajak ke pengadilan hingga Andi menang. Putusan pengadilan memutuskan agar Andi dilantik. 

Akan tetapi, Andi tidak kunjung dilantik. Justru, orang lain yang menjadi rektor UIN Makassar. 

Tahun lalu, Andi kembali mengikuti pemilihan rektor di UIN Jakarta. Dia kembali menang dan tak dilantik lagi menjadi rektor UIN Jakarta.

"Andi bahkan didatangi oleh orang dimintai Rp5 miliar kalau mau jadi rektor. Saya dengar dari orang, saya sebut namanya biar enggak jadi gosip," urainya.