sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menko PMK: Perilaku seks bebas remaja cukup mengkhawatirkan

Perilaku seks bebas merupakan budaya Barat yang bertentangan dengan nilai dan norma ketimuran yang dianut Indonesia.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Kamis, 05 Nov 2020 08:59 WIB
Menko PMK: Perilaku seks bebas remaja cukup mengkhawatirkan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut, seks bebas adalah perilaku menyimpang yang tidak patut untuk dilakukan. Sebab, perilaku seks bebas bukan budaya Indonesia. Juga sangat bertentangan dengan nilai dan norma susila bangsa Indonesia.

Perilaku seks bebas merupakan budaya Barat yang bertentangan dengan nilai dan norma ketimuran yang dianut Indonesia.

“Khususnya di kalangan generasi milenial, yakni para remaja dan pemuda. Remaja Indonesia harus terselamatkan dari dampak buruk globalisasi tersebut,” ujar Muhadjir dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11).

Berdasarkan beberapa data penelitian, perilaku seks bebas remaja di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Misalnya, survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Oktober 2013, menemukan sebanyak 63% remaja sudah pernah melakukan seks dengan kekasihnya maupun orang sewaan, padahal belum dalam hubungan yang sah.

Selain itu, Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada 2017 mengungkapkan, sekitar 2% remaja usia 15-24 dan 8% remaja pria usia 15-24 mengaku telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Sebesar 11% di antaranya mengalami kehamilan tidak diinginkan.

Ia menjelaskan, perilaku seks bebas tidak lazim itu bakal menimbulkan masalah mental, psikis, dan kesehatan reproduksi pada remaja. Untuk mengatasi perilaku menyimpang tersebut, harus ditangani secara menyeluruh. Mulai dari orang tua, keluarga, sekolah, pemerintah, hingga remaja itu sendiri harus berupaya menyingkirkan perilaku yang bukan budaya bangsa ini.

Selain itu, memerlukan refleksi moral dari agama dan penanaman nilai dan norma susila untuk menangkap perilaku menyimpang tersebut. Peran lingkungan terdekat, dari sekolah hingga keluarga, sangat penting untuk membentuk kepribadian dan kehidupan remaja yang bermoral.

“Generasi muda sejak dini harus ditopang oleh prinsip-prinsip keimanan dan ajaran agama, dan ajaran nilai dan norma susila yang kuat. Dengan begitu, niscaya generasi muda kita akan menjauhi perilaku seks bebas dan memahami bahwa perilaku itu adalah hal yang buruk yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang kita anut," tutur Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Sponsored
Berita Lainnya