logo alinea.id logo alinea.id

Mental Brigadir Rangga sehat, kapolda perintahkan evaluasi pemegang senpi

Penyidik telah melimpahkan berkas perkara Brigadir Rangga ke kejaksaan.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 12 Agst 2019 14:48 WIB
Mental Brigadir Rangga sehat, kapolda perintahkan evaluasi pemegang senpi

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menyatakan anggota Polsek Cimanggis, Brigadir Rangga Tianto, telah selesai menjalani tes psikologi. Hasilnya, Brigadir Rangga dinyatakan memiliki kejiwaan yang sehat. 

"Hasil sementara kejiwaan psikologi yang bersangkutan normal," kata Gatot Eddy di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/8). 

Karena itu, Gatot memerintahkan jajarannya agar melakukan evaluasi terhadap para personel yang menguasai senjata api. "Saya juga menyampaikan kepada kepala satuan masing-masing untuk mengevaluasi kembali kepada pemegang senjata api ini, khususnya dalam pemeriksaan psikologinya, sehingga anggota tidak mudah emosional," ucapnya.

Terkait kasus penembakan yang dilakukan Rangga terhadap Bripka Rahmat Effendi, penyidik Polda Metro Jaya telah merampungkan berkas penyidikannya. 

Penyidik pun telah menyerahkan berkas perkara tahap satu kepada kejaksaan. Pelimpahan berkas tahap satu tersebut dilakukan pada awal Agustus lalu.

Menurut Gatot, sampai saat ini berkas tersebut masih diteliti oleh pihak kejaksaan. Ia memastikan apabila jaksa menemukan kekurangan dalam berkas tersebut, penyidik akan segera memperbaikinya agar berkas perkara dapat dilimpahkan ke tahap dua untuk segera disidangkan.

"Kalau nanti umpama jaksa sudah mengatakan lengkap, tentunya akan dikembalikan kepada kita. Kita akan melakukan penyerahan tahap dua. Tapi kalau masih ada kekurangan, nanti jaksa akan kirimkan P-19, apa kekurangannya, nanti kita akan lengkapi," ujarnya.

Penembakan yang dilakukan Brigadir Rangga pada 25 Juli 2019 lalu menyebabkan Bripka Rahmat tewas. Rahmat mengembuskan napas terakhirnya di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis, Depok.

Sponsored

Brigadir Rangga memberondong Bripka Rahmat dengan tujuh kali tembakan. Timah panas menembus dada, leher, paha, dan perut Bripka Rahmat.