sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Nia Ramadhani hingga sopirnya jadi tersangka penggunaan sabu-sabu

Sabu-sabu seberat 0,78 gram beserta alat hisap ditemukan di rumah Nia Ramadhani.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 08 Jul 2021 15:15 WIB
Nia Ramadhani hingga sopirnya jadi tersangka penggunaan sabu-sabu

Satuan Reserse Polres Jakarta Pusat menetapkan Nia Ramadhani; suaminya, Anindra Ardiansyah Bakrie (AAB); dan sopirnya, berinisial ZN; sebagai tersangka.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka atas penggunaan narkoba jenis sabu-sabu. Ketiganya dinyatakan positif dengan tes urin, tes darah, dan tes rambut.

"Kita temukan satu klip berisi 0,78 gram sabu dan alat hisap atau bong sebagai barang bukti," katanya dalam konferensi pers secara daring di Polres Jakarta Pusat, Kamis (8/7).

Menurut Yusri, awalnya penyidik mendapat laporan dari masyarakat dan melakukan pengintaian. Penangkapan kemudian dilakukan terhadap ZN pada Rabu (7/7), pukul 15.00 WIB.

Dalam penangkapan, ditemukan sabu-sabu satu klip itu yang diakui ZN milik majikannya, Nia Ramadhani. Penggeledahan pun dilakukan di rumah milik mantan model tersebut.

"Kami menemukan RA berada di rumah dan mendapatkan bong atau alat hisap yang biasa digunakannya bersama AAB, suaminya," ucap Yusri.

Saat penggeledahan, tidak ditemukan Ardi Bakrie di rumahnya. Akhirnya, hanya Nia dan ZN yang dibawa ke Polres Jakarta Pusat.

Nia pun menelepon suaminya untuk mendatangi Polres Jakarta Pusat. Akhirnya, pukul 20.00 WIB, Ardi Bakrie menyerahkan diri ke Polres Jakarta Pusat.

Sponsored

Pengakuan awal, kata Yusri, mereka menggunakan sudah 4-5 bulan dengan alasan pandemi dan banyaknya pekerjaan. Polisi pun masih dalami dan memastikan tidak berhenti sampai di sini karena akan mengejar siapa pemasok barang haram itu.

"Pengakuannya, mereka membeli Rp1,5 juta per klip," tuturnya.

Ditambahkan Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi, penggunaan sabu-sabu meningkat pada masa pandemi. Para pelaku kebanyakan kejahatan jalanan yang ditangkap bahkan terbukti positif narkoba.

"Kenaikannya lebih spesifik sabu. Mereka menganggap masa pandemi kami lengah, tapi tidak. Kami tidak akan lengah dan terus menindaknya," tutur Hengki.

Berita Lainnya