sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pemprov Banten waspadai titik rawan kemacetan

Dishub Banten akan berkonsentrasi mengatur lalu lintas di wilayah wisata, terutama di sepanjang jalur Pantai Anyer.

Akbar Persada Khaerul Anwar
Akbar Persada | Khaerul Anwar Senin, 27 Mei 2019 13:37 WIB
Pemprov Banten waspadai titik rawan kemacetan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Arus lalu lintas Serang-Pandeglang menjadi titik konsentrasi rawan kemacetan pada arus mudik Lebaran 2019 di Banten. Jika mulai terjadi kepadatan, Dinas Perhubungan Provinsi Banten akan memberlakukan one way dan pengalihan arus.

"Kita khawatirkan dari jalur Serang ke Pandeglang, yakni daerah Baros sampai daerah Mengger. Ke sana itu macet parah pada saat arus mudik," kata Sekretaris Dishub Banten Herdi Jauhari kepada wartawan, Senin (27/5). Potensi kemacetan itu merupakan tambahan selain jalur Tangerang-Merak.

Untuk arus balik, jelas Herdi, Dishub Banten akan berkonsentrasi mengatur lalu lintas di wilayah wisata, terutama di sepanjang jalur Pantai Anyer. Setidaknya 308 petugas disiagakan pada titik rawan kemacetan, 16 hari selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.

Sementara Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setujowarno memperkirakan pemudik sepeda motor di hajatan mudik tahunan kali ini akan meningkat 10,7% dibanding tahun 2018. Bila sebelumnya jumlah pemudik sepeda motor mencapai 6,1 juta unit, di tahun ini dapat mencapai 6,8 juta unit sepeda motor yang digunakan.

Peningkatan pemudik menggunakan motor harus jadi perhatian. Apalagi jika merujuk data Korlantas Polri, jumlah kecelakaan terbesar masih didominasi pemudik sepeda motor. Di mudik 2017 tercatat sebanyak 2.731 kecelakaan melibatkan sepeda motor. Sementara di mudik 2018 motor terlibat dalam 1.666 kecelakaan.

"Karena itu, salah satu cara mencegah kecelakaan lalu lintas ini dengan memanfaatkan program mudik gratis," ujar Djoko dalam keterangan tertulis, Senin (27/5).

Pemprov DKI gelar program mudik gratis

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pertama kalinya mengadakan program mudik gratis. Mudik gratis melayani 10 kota tujuan untuk 16.578 warga. Para calon pemudik diharuskan memenuhi beberapa persyaratan, seperti mengisi data diri dan anggota keluarga yang akan diikutsertakan.

Sponsored

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengatakan, kegiatan mudik gratis ini merupakan kegiatan pertama kali yang digelar Pemprov DKI Jakarta bagi warga Jakarta. Kuotanya terbatas.

"Pada saat registrasi diharapkan dapat menunjukkan KTP DKI Jakarta atau Kartu Keluarga. Daftar online bisa dari HP. Daftar, masukin, isi lengkap, terus kirim langsung dapat nomor booking. Formulir pendaftaran ini harus diisi selengkap mungkin. Jika tidak, pemudik akan diberi tanda peringatan," terang Sigit.

Pemprov DKI juga menyediakan truk untuk mengangkut kendaraan roda dua (motor) jika calon pemudik ingin membawa motor ke kampung halaman saat mudik. Para calon pemudik ini dapat mengisi data sesuai dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) ke dalam formulir pada program pendaftaran.

"Kalau sudah lengkap, akan dapat nomor booking. Lalu, dikasih waktu lima hari kerja untuk dapat manual ke kantor Dishub atau lima kantor Sudinhub di mana dia daftar. Setelah itu, calon pemudik wajib menunjukkan KTP, kode booking, dan STNK jika membawa motor. Nantinya, petugas Dishub atau Sudinhub akan mencocokkan KTP dengan kode saat daftar online. Setelah itu, kami print tiketnya," jelas Sigit.

Di samping itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Masdes Arouffy menerangkan, untuk pengangkutan kendaraan roda dua (motor) akan menggunakan truk yang diberangkatkan satu hari sebelum hari mudik, yakni pada 29 Mei 2019. Pengiriman motor dilakukan satu hari sebelumnya agar ketika pemudik tiba di kampung halaman kendaraan sudah tersedia.

"Itu dibuat dua gelombang keberangkatan motor, ada yang siang dan malam. Yang penting ketika orangnya sampai, motornya sudah ada. Motor dan orang harinya berbeda sehari. Motor 29 Mei 2019, besoknya baru penumpang. Karena motor yang diangkut truk itu biasanya lebih lama, belum lagi macet karena biasanya penumpang orang lebih didahulukan petugas di lapangan," ucap Masdes.

Kuota motor para pemudik, Pemprov DKI Jakarta menyediakan 139 truk untuk mengangkut 7.020 motor pada saat arus mudik ke 10 kota tujuan. Sedangkan, untuk arus balik, direncanakan kuota motor yang terangkut sebanyak 2.925 unit motor menggunakan 64 truk. Arus balik ke Jakarta bagi kendaraan roda dua para peserta mudik ini, direncanakan pada 7 Juni 2019, dan arus balik untuk para peserta mudik pada 8 Juni 2019.

Perlu diketahui, pendaftaran mudik gratis telah dibuka pada 28 April 2019, pukul 00.00 WIB. Pendaftaran kegiatan Jakarta Mudik Bersama ini harus melalui situs https://mudikgratis.jakarta.go.id.

Berita Lainnya