sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Alasan Pemprov DKI tidak kerahkan robot damkar Rp40 M ke Kejagung

Dua robot damkar DKI tidak mungkin digunakan untuk gedung tinggi.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Senin, 24 Agst 2020 18:35 WIB
Alasan Pemprov DKI tidak kerahkan robot damkar Rp40 M ke Kejagung

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah membeli dua buah robot pemadam kebakaran seharga Rp40 miliar. Namun, alat tersebut tidak digunakan untuk meredam kobaran api di Gedung Kejaksaan Agung RI pada Sabtu (22/8) malam.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan, robot damkar itu tak digunakan lantaran kebakaran terjadi di gedung tinggi.

"Jadi kebakaran itu kan terjadi di gedung bangunan tinggi enam-tujuh lantai. Jadi secara operasional teknis itu yang paham kita, karena kaitan dengan proses pemadam kebakaran," kata Satriadi dihubungi di Jakarta, Senin (24/8).

Satriadi menjelaskan, pihaknya mengerahkan dua alat damkar ke Gedung Kejagung RI malam itu, yaitu brontho skylift dan fire stick.

"Kami gunakan brontho skylift dengan ukuran 90 dan 55 (meter), serta fire stick namanya itu yang kita gunakan karena dia bisa memadamkan ke bangunan-bangunan tinggi," ujar dia.

Robot pemadam api, jelas Satriadi, difungsikan untuk memadamkan kebakaran yang umumnya terjadi di bangunan datar terutama di transportasi umum seperti MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit).

Tak hanya itu, robot kebakaran juga digunakan pada kebakaran berisiko tinggi yang memicu ledakan, seperti gas dan minyak berbahaya.

"Jadi fungsinya robotic itu mengantisipasi kebakaran yang ada di LRT dan MRT. Kadang dia juga bisa berfungsi ke tempat-tempat yang berbahaya seperti contoh kilang minyak kebakaran. Karena kan dia menggunakan remot kontrol dari jarak jauh. Jadi untuk keamanan petugas," ujarnya.

Sponsored

"Contoh di situ ada bahan materi yang berbahaya karena ledakan atau macem-macem atau zat kimia atau gas beracun. Nah itu menggunakan robotic itu, demi keamanan petugas kebakaran," bebernya.

Dia menyebut robot itu tidak mungkin digunakan di gedung tinggi lantaran ukurannya pendek. "Dia kan ada jarak. Dan dia vertikal. Jadi dia sangat efektif untuk menggunakan brontho skylife atau skylift. Dan memang brontho fungsinya untuk bangunan tinggi. Salah kita kalo menggunakan robotic untuk bangunan tinggi. Robotic untuk sifatnya MRT LRT yang ground bawah tanah," pungkasnya.

Berita Lainnya