logo alinea.id logo alinea.id

Penyamaran polisi berhasil bekuk dua keluarga teroris di Kalimantan

Ada lima terduga teroris yang diamankan pihak kepolisian.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Selasa, 11 Jun 2019 09:10 WIB
Penyamaran polisi berhasil bekuk dua keluarga teroris di Kalimantan

Terduga troris dari dua keluarga yang berjumlah lima orang dibekuk tim gabungan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Palangka Raya. Penangakapan dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan penyamaran di lokasi tempat tinggal dua keluarga tersebut di Jalan Pinus Permai III Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya. 

“Katanya teroris yang diamankan. Polisi dari tadi siang berdiri di depan rumah saya dan berpura-pura mencari batang kayu karet. Tidak lama kemudian, datang polisi lain berpakaian hitam membawa senjata masuk ke barak di samping rumah saya,” kata Yeti (38), warga Jalan Pinus Permai III di Palangka Raya.

Yeti menjelaskan, saat penggerebekan tersebut polisi mengamankan sekitar lima orang terduga teroris. Mereka bersembunyi di dalam barak yang disewa belum genap satu bulan itu. Kelima terduga teroris yang memiliki sekitar tiga anak masih kecil itu langsung digiring aparat ke Polda Kalimantan Tengah untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Kelimanya diangkut menggunakan mobil polisi. Saya juga bingung dan takut karena mereka itu terduga teroris,” ujarnya.

Yeti yang berprofesi sebagai penjual tahu masak di pasar tradisional itu, menambahkan selama tinggal di barak dua keluarga teroris itu jarang sekali keluar rumah. Bahkan aktivitas mereka banyak tidak diketahui tetangga.

Menurut pengakuan Yeti, beberapa waktu lalu istri terduga teroris itu pernah membeli tahu kepadanya dengan menggunakan penutup wajah. Mereka pun sering mengumpulkan kayu kecil sepanjang telunjuk jari, namun tidak diketahui akan digunakan untuk apa kayu-kayu tersebut.

"Barang bukti yang diamankan polisi dari rumah terduga teroris itu saya tidak tahu mas," ucap Yeti.

Warga lainnya bernama Santo menjelaskan, terduga teroris diamankan di barak nomor lima dan enam. Menurut Santo, kedua keluarga terduga teroris itu selalu tertutup dengan tetangga.

Sponsored

“Saya terkejut ternyata tetangga di sebelah saya diamankan polisi sebab diduga teroris. Aktivitas mereka tidak ada yang terlalu mencurigakan, kecuali terkesan menutup diri dan pemilih, yaitu hanya bergaul dengan sesama mereka,” ujar Santo.

Sementara berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, aparat kepolisian sudah memberikan garis polisi di kawasan barak tersebut. Kemudian petugas dari Inafis Polda Kalteng dibantu Polres setempat juga melakukan identifikasi di dua kamar barak yang dihuni dua keluarga terduga teroris. (Ant)