sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Perumahan syariah fiktif catut Yusuf Mansur

Pelaku menipu 32 korban dengan total kerugian hingga ratusan miliar.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Senin, 06 Jan 2020 22:23 WIB
Perumahan syariah fiktif catut Yusuf Mansur
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

Polrestabes Surabaya, Jawa Timur (Jatim), membongkar praktik penipuan perumahan syariah fiktif di Jalan Raya Kalanganyar, Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Uniknya, pelaku memasang foto ustaz Yusuf Mansur dalam brosur promosi.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Sandi Nugroho, menyatakan, petugas menangkap Direktur Utama PT Cahaya Mentari Pratama, MS. Pelaku mengklaim, hunian siap dihuni pada 2020. 

"Saat dicek, tanah itu milik orang lain," ujarnya di Mapolrestabes Surabaya, Senin (6/12). Hingga kini lokasi masih berupa rawa dan tanah kosong.

Berdasarkan data paguyuban korban, pelaku merugikan sekitar 32 orang yang telah memesan hunian di Multazam Islamic Residence. Jumlah kerugian ditaksir ratusan miliar rupiah.

"Dari empat laporan saja, kerugiannya bisa mencapai Rp3,4 miliar," kata dia. Beberapa korban lain melaporkan kasus ini ke Polda Jatim dan Polres Sidoarjo.

Dalam penyelidikan, tambah Sandi, takada satu pun pegawai di kantor pemasaran, Jalan Rungkut Menanggal. Seluruhnya sudah dipecat. Data karyawan di komputer juga telah dihapus.

Merujuk pengakuan MS, uang hasil penjualan digunakan untuk kepentingan pribadi. Dua rekeningnya kini disita polisi.

Untuk pengembangan kasus, petugas akan memeriksa korban. "Saat ini, sudah ada sembilan saksi yang diperiksa," tuturnya.

Sponsored

Polisi pun berencana akan memanggil Yusuf Mansur. Lantaran fotonya terpampang dalam brosur pemasaran. Juga pernah hadir pada 2016 untuk memperkenalkan dan memotivasi masyarakat soal perumahan Multazam Islamic Residence.

"Saat diundang, beliau (Yusuf Mansur, red) menyampaikan, bahwa Multazam itu bagian dari kelompok bisnis yang akan berkembang di Surabaya," ujarnya.

Sementara, Ketua Paguyuban Korban Multazam Islamic Residence, Aris, menerangkan, kerugian seluruh konsumen mencapai Rp5,1 miliar. Mereka berharap, uang yang telah dibayarkan bisa kembali.

Korban juga ingin pelaku dijerat pasal berlapis. Tentang penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sehingga, memberi efek jera kepada MS.

Sedangkan polisi baru menjerat pelaku dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. MS terancam pidana empat tahun penjara.

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya