sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polisi kerahkan pengamanan untuk May Day

Pengamanan dilakukan guna memastikan aksi unjuk rasa para buruh berjalan dengan baik.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Sabtu, 30 Apr 2022 14:58 WIB
Polisi kerahkan pengamanan untuk May Day

Polda Metro Jaya (PMJ) telah mempersiapkan pengamanan untuk menyambut Hari Buruh atau May Day, Minggu (1/5). Hal tersebut dilakukan guna memastikan aksi unjuk rasa para buruh berjalan dengan baik.

Kabid Humas PMJ Kombes Endra Zulpan mengatakan, polisi menerima laporan jumlah masyarakat yang ikut dalam aksi tidak akan banyak. Pasalnya, berdasarkan surat yang diterima hanya dari 50 orang. 

"Untuk besok PMJ menyiagakan pengamanan, tetapi pemberitahuan kepada kami memang tidak banyak elemen yang menyatakan akan turun," kata Endra kepada wartawan, Sabtu (30/4).

Endra menyebut, kegiatan mudik yang dilakukan membuat demo buruh besok tidak akan ramai seperti biasanya.

"Mungkin ini juga terkait situasi saat ini yaitu menjelang lebaran. Apalagi sebagian warga melaksanakan mudik lebaran," ucap Endra.

Endra meminta agar aksi unjuk rasa diubah jadwalnya mengingat persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri sudah di depan mata. Kendati demikian, kegiatan besok tetap akan diberikan pengamanan apabila masyarakat bersikukuh menggelar aksi itu.

"Tentunya kami juga mengimbau kepada semua masyarakat untuk menghormati ramadan. Menyampaikan aspirasi pendapat itu diperbolehkan, tetapi melihat situasi saat ini menjelang lebaran dan juga di tengah arus mudik sehingga alangkah baiknya kegiatan ini (demo May Day) dicarikan di waktu yang tepat. Tapi PMJ siap untuk mengamankan kegiatan tersebut," ujar Endra.

Belum lama ini, Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan Partai Buruh dan sejumlah organisasi buruh akan menggelar demonstrasi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada peringatan hari buruh sedunia atau May Day, 1 Mei 2022. Said mengklaim massa yang hadir sebanyak 300.000 sampai 500.000 orang.

Sponsored

Said menyebut, pihaknya menjadikan kantor KPU sebagai lokasi demonstrasi lantaran 2024 merupakan tahun penting yakni diadakan pemilihan umum (pemilu) anggota legislatif dan eksekutif (pilpres dan pilkada). Menurut dia, Pemilu 2024 menjadi momentum penting bagi hadirnya anggota dewan dan pemimpin yang berpihak pada kelas pekerja.

"Karena pemilihan umum tersebut akan berimplikasi kepada kebijakan-kebijakan masa depan terhadap kelas pekerja tersebut. Oleh karena itu, Partai Buruh dan organisasi buruh memilih tahun 2022 melaksanakan perayaan May Day adalah aksi di KPU," katanya dalam konferensi pers daring, Senin (25/4).

Menurutnya, serikat buruh yang hadir pada peringatan May Day tahun ini ialah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBS)I, dan Serikat Petani Indonesia (SPI) serta organisasi buruh migran dan perempuan. Dalam aksi, mereka membawa tiga tuntutan yakni meminta KPU untuk menggelar pemilu yang jujur dan adil (jurdil), menolak politik uang, dan meminta KPU menetapkan pemilu legislatif dan eksekutif pada 14 Februari 2024. 

Berita Lainnya
×
tekid