close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam penutupan pelatihan manajemen pengamanan stadion di Mabes Polri, Rabu (1/2). Dokumentasi Polri.
icon caption
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam penutupan pelatihan manajemen pengamanan stadion di Mabes Polri, Rabu (1/2). Dokumentasi Polri.
Nasional
Rabu, 01 Februari 2023 14:38

Belajar dari Kanjuruhan, Polri tuntaskan pelatihan pengamanan stadion

Penyelenggaraan keamanan, kesehatan, dan suporter menjadi topik yang dibahas dalam kegiatan tersebut.
swipe

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menyelesaikan kegiatan kursus manajemen pengamanan stadion (stadium security management course) selama sembilan hari. Kegiatan ini berlangsung pada 25 Januari sampai 2 Februari di Hotel Century Park, Jakarta Pusat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk evaluasi atas kejadian di Stadion Kanjuruhan, Malang. 

Peristiwa ini mengakibatkan 132 orang meninggal dalam tragedi Kanjuruhan itu. Sebanyak 96 orang lainnya luka berat, dan 484 orang luka sedang atau ringan.

“Seiring dengan beberapa waktu yang lalu kejadian di Kanjuruhan yang tentunya menjadi perhatian kita bersama bahwa ke depan hal ini tidak boleh terjadi lagi,” kata Sigit kepada wartawan, Rabu (1/1).

Sigit menyebut, penyelenggaraan keamanan, kesehatan, dan suporter menjadi topik yang dibahas dalam kegiatan tersebut. Semua topik tersebut bermuara pada keinginan untuk memberikan kenyamanan bagi penonton maupun para pemain.

“Ini sudah berjalan di piala AFF dan liga 1 hal yang sama,” ujar Sigit.

Sementara, Asops Kapolri, Irjen Agung Setya Imam Effendi mengatakan, kegiatan kursus ini mendatangkan tim pengajar dari Coventry University Inggris, sebanyak lima personel. Mereka terdiri dari tiga personel kalangan akademisi dan dua personel komandan pengamanan pertandingan sepak bola. 

Agung menyebut, peserta pelatihan terdiri dari 66 anggota polisi. Secara rinci, 34 dari Karops Polda jajaran, dari Satker Mabes Polri sebanyak 22 orang.

Sementara, dari kementerian lembaga dan kompetisi sepak bola sebanyak 10 orang. Terdiri dari Kemenpora, Kemen PUPR, Kemenkes, PSSI, dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang masing-masing mendelegasikan dua orang.

Metode dalam kegiatan kursus dimaksud terdiri tatap muka, pelajaran kelas dan pengenalan stadion, dan simulasi pengamanan di dalam stadion utama Gelora Bung Karno. Materi yang akan diberikan meliputi identifikasi dan pengenalan prinsip keamanan protektif, penyusunan SOP pengamanan pertandingan, manajemen risiko, memprofiling dinamika penilaian kerawanan, pengembangan strategi penanganan masalah keamanan, serta peran dan tanggung jawab setiap personel pengamanan dalam menghadapi perubahan situasi.

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan