sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Rizieq Shihab perintahkan jamaahnya putihkan Jakarta saat Reuni 212

Reuni akbar 212 nanti diyakini akan berjalan meriah meski diselenggarakan pada saat hari kerja.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 21 Nov 2019 19:55 WIB
Rizieq Shihab perintahkan jamaahnya putihkan Jakarta saat Reuni 212
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Sekretaris Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Edy Mulyadi, mengatakan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, memerintahkan kepada masyarakat yang menjadi jamaahnya untuk turut serta pada acara Reuni Akbar 212 di lapangan silang Monas, Jakarta yang rencananya akan digelar pada 2 Desember 2019.

Edy mengaku pesan tersebut disampaikan Rizieq Shihab langsung dari Mekkah, Arab Saudi. Bahkan Habib Rizieq Shihab disebut-sebut juga telah menyiapkan sebuah video yang nantinya akan ditayangkan pada saat reuni berlangsung.

“Habib Rizieq pesan suruh putihkan Jakarta. Tentunya ada pesan yang telah disiapkan untuk nanti,” kata Edy di Jakarta, Kamis (21/11).

Edy menuturkan, sejauh ini pihaknya masih melakukan sejumlah persiapan untuk menggelar Reuni Akbar 212 tersebut. Dari mulai perizinan tempat kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hingga izin keramaian oleh aparat kepolisian. 

Edy menyebut, seluruh berkas perizinan tersebut telah diserahkan kepada pihak-pihak terkait. Menurut dia, acara Reuni Akbar 212 nanti diyakini akan berjalan meriah meski diselenggarakan pada saat hari kerja atau Senin, 2 Desember 2019.

“Tidak masalah (hari Senin). Semua perizinan sudah selesai dan mendapat rekomendasi. Ribuan orang akan datang karena berbarengan dengan Maulid Nabi,” ucap Edy.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono, mengatakan pihaknya tengah melakukan analisa untuk mengukur jumlah pasukan yang akan dikerahkan mengawal Reuni Akbar 212. Menurutnya, pasukan pengaman tidak hanya dari unsure kepolisian, melainkan juga dari anggota TNI.

“Kirka (perkiraan keadaan) intelijen akan dilakukan guna menghitung berapa pengamanan yang harus kita kerah dan tentunya nanti bekerja sama dengan TNI,” ujar Argo.

Sponsored
Berita Lainnya