sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Saat PPKM darurat, Mahfud MD masih bisa nikmati sinetron Ikatan Cinta

Sebagai ahli hukum, Mahfud kemudian menjelaskan jalan cerita sinetron itu dalam kaca mata hukum.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Jumat, 16 Jul 2021 13:00 WIB
Saat PPKM darurat, Mahfud MD masih bisa nikmati sinetron Ikatan Cinta

Indonesia menggeser posisi India sebagai negara dengan kasus aktif Covid-19 tertinggi di Asia. Dalam beberapa hari terakhir, penambahan kasus aktif di Indonesia terus memecahkan rekor.

Indonesia mencatatkan rekor 56.757 kasus baru Covid-19 pada Kamis (15/7). Penambahan terbanyak terjadi di DKI Jakarta, sebesar 12.691 kasus. Dengan tambahan itu, tercatat total ada pasien aktif kini ada sebanyak 480.199 orang.

Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali sejak 3 Juli lalu belum mampu menekan penularan virus Sars-Cov-2, penyebab Covid-19. Varian delta, yang lebih menular, diyakini sudah menyebar di berbagai daerah.

Di tengah situasi PPKM darurat seperti saat itu, telah memberikan kesempatan kepada Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD untuk menikmati serial sinetron Ikatan Cinta di sebuah stasiun televisi. Mahfud menikmati tayangan itu.

"Asyik juga sih, meski agak muter-muter. Tetapi pemahaman hukum penulis cerita kurang pas," cuit Mahfud lewat akun twitternya, @mohmahfudmd, yang disitat Alinea.id, Jumat (16/7).

Sebagai ahli hukum, Mahfud kemudian menjelaskan jalan cerita sinetron itu dalam kaca mata hukum. Ia menjelaskan, tokoh Sarah yang mengaku dan meminta dihukum karena membunuh Roy langsung ditahan oleh aparat penegak hukum. Padahal, tulis dia, pengakuan dalam hukum pidana itu bukan bukti yang kuat.

Mahfud menjelaskan, pembunuh Roy adalah Elsa. Guna melindungi Elsa, sang ibu yang bernama Sarah kemudian mengaku sebagai pembunuh Roy dan minta dihukum.

"Lah, dalam hukum pidana tak sembarang orang mengaku lalu ditahan. Kalau begitu nanti banyak orang berbuat jahat lalu menyuruh (membayar) orang untuk mengaku sehingga pelaku yang sebenarnya bebas," tulis Mahfud.

Sponsored

Menanggapi itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, aktivitas Mahfud menonton sinetron, sebenaranya baik untuk mendukung industri kreatif. Namun, menurutnya tidak tepat bila dilakukan saat PPKM darurat.

"Kegiatan nonton sinetron baik untuk mendukung industri kreatif kita. Tetapi dilakukan saat PPKM tidak baik," ujar Mardani ketika dihubungi Alinea.id, Jumat (16/7).

Mardani menilai nonton sinetron di saat PPKM menunjukkan ketidaksepahaman untuk tetap tinggal di rumah.

"Ini menunjukkan bahwa kita belum punya kesepahaman untuk stay at home. Diam di rumah.  Lakukan semua sebisa mungkin dari rumah. Karena pandemi ini identik dengan mobilitas, apapun konteksnya," kata Mardani.

Berita Lainnya