logo alinea.id logo alinea.id

Sandiaga Uno bantah Prabowo terlibat dalang kerusuhan 22 Mei

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno membantah keterlibatan Prabowo Subianto sebagai dalang kerusuhan aksi 22 Mei.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Kamis, 30 Mei 2019 02:53 WIB
Sandiaga Uno bantah Prabowo terlibat dalang kerusuhan 22 Mei

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno membantah keterlibatan Prabowo Subianto sebagai dalang kerusuhan aksi 22 Mei.

Aksi unjuk rasa di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 21-22 Mei 2019 itu berujung ricuh dan menewaskan setidaknya delapan orang. Sejumlah pihak menuding keterlibatan Prabowo Subianto dan Amien Rais sebagai dalang kerusuhan.

Sandiaga menegaskan, Prabowo Subianto selaku capres nomor urut 02 memiliki komitmen untuk menggelar aksi secara damai dan sesuai koridor hukum.

"Pak Prabowo selalu berkomitmen pada menjalankan aksi dengan damai dan kami tahu koridor hukum, koridor konstitusi," katanya di Media Center Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (29/5). 

Pengusaha pemilik Grup Saratoga itu pun amat mengecam mengecam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh pada 22 Mei. Dia meminta agar aparat penegak hukum segera melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap dalang sebenarnya dari kerusuhan 22 Mei itu. 

"Kami sudah mengecam kerusuhan tersebut dan sangat prihatin. Kami ingin ada investigasi dan biarkan investigasi ini yang akan membuka tabir seterang benderangnya agar tidak lagi ada pertanyaan di masyarakat siapa sebenarnya orang di balik kerusuhan itu," kata dia.

Sandiaga Uno mendesak pihak Polri untuk membeberkan pihak yang mencoba membunuh empat tokoh nasional ke hadapan publik agar jelas siapa dalang di balik rencana itu.

"Menurut saya harus diungkap kepada publik, harus diinvestigasi dan mengancam pejabat negara itu, merencanakannya itu sudah masuk dalam pelanggaran hukum. Itu harus ditindaklanjuti, dan diungkapkan kepada publik. supaya tidak ada keraguan lagi," urainya.

Sponsored

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini pun mengajak semua pihak untuk melindungi keempat tokoh tersebut. Sebab, biar bagaimanapun tindak kekerasan apalagi pembunuhan tak diperkenankan di negara demokrasi sekaliber Indonesia.

"Kita harus lindungi para pejabat tersebut, harus kita pastikan tindak kekerasan mengancam seperti itu. Model seperti itu tidak mendapatkan tempat di demokrasi kita," katanya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkap ada empat tokoh yang menjadi target pembunuhan saat kerusuhan di Jakarta 21-22 Mei . Tokoh-tokoh tersebut termasuk dari kalangan pejabat diantaranya adalah Menkopolhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan dan Komjen Pol (Purn) Gories Mere.

"Betul (jadi target pembunuhan). Pak Wiranto (Menko Polhukam), Pak Luhut (Menko Kemaritiman), yang ketiga Kepala BIN (Budi Gunawan), keempat Pak Gories Mere," kata Tito.