sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sejumlah bank diperiksa dalam pembobolan oleh PT SNP

Polri menduga ada kelalaian yang dilakukan bank dalam pemberian kredit pada PT SNP.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Kamis, 18 Okt 2018 07:35 WIB
Sejumlah bank diperiksa dalam pembobolan oleh PT SNP
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 563.680
Dirawat 80.023
Meninggal 17.479
Sembuh 466.178

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri menelusuri transaksi yang terjadi, dalam kasus pembobolan 14 bank oleh lembaga pembiayaan kredit PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP). 

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Kombes Polisi Daniel Tahi Monang Silitonga, mengatakan ada dugaan kelalaian dalam kasus yang menyebabkan kerugian mencapai Rp14 triliun tersebut. 

Dia juga mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah bank untuk menyelidiki kasus ini. Hanya saja, dia enggan menyebut pihak bank yang sudah diperiksa. 

"Ada beberapa bank, saya tidak mau menyebut jumlahnya, sudah kami mintai keterangan," kata Daniel di kantor Bareskrim Polri, Rabu (17/10).

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami sistem pemberian kredit oleh bank. Sebab bank tetap mengucurkan dananya meski pembayaran yang dilakukan PT SNP sudah bermasalah sejak 2010.

Bareskrim pun akan melakukan pencocokan transaksi, pengajuan kredit, dan pencairan dana, dari pendalaman kasus dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Berapa transaksi, berapa kali pengajuan, berapa kali pencairan, berapa kali pembayaran dan segala macem ini kami cocokkan angka ini juga kami lakukan dengan OJK," kata Daniel.

Bareskrim Polri telah menangkap lima tersangka dalam kasus pembobolan 14 bank oleh PT SNP, yang merupakan induk perusahaan PT Cipta Prima Mandiri (Columbia).

Sponsored

Modusnya, PT SNP mengajukan pinjaman kepada bank dengan jaminan piutang fiktif dari para konsumen Columbia.

Para tersangka yang ditangkap dalam kasus ini adalah para pimpinan PT SNP, yakni DS (Dirut) AP (direktur operasional), RA (direktur keuangan), CDS (manajer akuntansi) dan AS (asisten manajer keuangan). Mereka ditangkap pada 14 September dan 20 September 2018 di beberapa lokasi di Jakarta. (Ant)

Geliat staycation pengusir penat

Geliat staycation pengusir penat

Jumat, 04 Des 2020 16:55 WIB
Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kamis, 03 Des 2020 16:21 WIB
Berita Lainnya