sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tinggi, atensi publik terhadap Nadiem saat pandemi Covid-19

Jumlahnya naik dibandingkan saat pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Selasa, 31 Mar 2020 05:21 WIB
Tinggi, atensi publik terhadap Nadiem saat pandemi Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 64958
Dirawat 31798
Meninggal 3241
Sembuh 29919

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mendapat atensi tinggi dari publik terkait pandemi coronavirus anyar (Covid-19) di Tanah Air. Dirinya pun diproyeksikan memiliki peran strategis dalam menghadapi krisis ini.

Fakta tersebut, terungkap dalam penelitian Next Policy terhadap kepemimpinan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju saat menangani penyebaran virus SARS-CoV-2. Data berasal dari teks Twitter, 11 Desember 2019-2 Maret 2020. 

"Frekuensi sentimen publik terhadap Nadiem berdasarkan temuan, adalah 84.588 tweets. Jumlah ini naik 183% dibanding saat pelantikan yang sebesar 29.852 tweets," ujar Direktur Eksekutif Next Policy, Fithra Faisal Hastiadi, via keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (30/3).

Sentimen publik terhadap Nadiem tersebut, ungkap dia, mendominasi pembentuk sentimen positif terhadap Kabinet Indonesia Maju. Next Policy pun berpendapat, pendiri Go-Jek itu masih menjadi platform brand yang menentukan house of brand pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sumber: Penelitian Next Policy

Fithra menambahkan, fakta ini juga membuat sektor pendidikan ke depan berpeluang besar untuk ditingkatkan. Khususnya dalam aspek inovasi dan teknologi.

"Terutama di tengah krisis Covid-19 yang dihadapi, kebutuhan akan teknologi pendidikan seperti e-learning, merupakan momentum yang tepat bagi Menteri Nadiem untuk melakukan percepatan," tuturnya.

Karenanya, Next Policy menyarankan Nadiem membuat kebijakan lebih progresif. Bukan seperti biasanya. "Mengingat kepercayaan publik yang cukup tinggi terhadap dirinya," tutup dia.

Sponsored

Penelitian Next Policy ini menggunakan pembelajaran mesin (machine learning) dengan memanfaatkan analisis media sosial nusantara berbasis kecerdasan buatan (AMENA). Hasil analisisnya, adalah visualisasi data berupa peta sentimen positif, negatif, dan netral.

Untuk melihat sentimen tersebut, Next Policy secara fokus melihat sentimen publik dalam isu Covid-19. Cakupannya dibatasi fase awal kasus muncul sebagai isu global. Untuk melihat evaluasi publik terhadap pemerintah dalam melakukan antisipasi. Berguna dalam memproyeksikan kapasitas kepemimpinan Kabinet Indonesia Maju dalam menghadapi krisis.

Berita Lainnya