sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

UMP hanya naik 8,51%, KSPI demo di Balai Kota DKI

Buruh memulai aksi dengan berdoa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars buruh.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 30 Okt 2019 13:22 WIB
UMP hanya naik 8,51%, KSPI demo di Balai Kota DKI
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 125396
Dirawat 38721
Meninggal 5723
Sembuh 80952

Ratusan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jakarta menggelar aksi di depan Balai Kota DKI Jakarta. Massa menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) yang hanya naik 8,51%.

Massa mulai memadati Balai Kota pukul 11.10 WIB. Mayoritas menggunakan kaos berwana hitam dan merah serta topi dan pengikat kepala berwarna merah. Selain itu, tampak juga sejumlah atribut seperti bendera dan spanduk organisasi.

Buruh memulai aksi dengan berdoa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars buruh.

"Hari ini, kita ada di depan Balai Kota. Pak Gubernur punya kontrak politik dengan buruh. Kami menagih janji gubernur untuk berani merevisi PP Nomor 78 Tahun 2015," ujar Ketua KSPI Jakarta Winarso, di depan Balai Kota DKI, Rabu (30/10).

Winarso bersama dengan buruh lainnya menuntut agar kenaikan UMP menjadi 16% atau jika ditotal senilai Rp4.600.000. Mereka menolak UMP hanya naik 8,51% seperti yang ditetapkan pemerintah.

"Tentu ada kajian dan survei yang dilakukan kawan-kawan, ini adalah kebutuhan riil masyarakat di DKI Jakarta, mereka harus memenuhi kebutuhan dengan nilai sebesar Rp4.600.000," kata Winarso.

Target para buruh pada aksi kali ini adalah bertemu dengan Gubernur Anies Baswedan. Jika tidak, buruh akan membawa massa lebih banyak.

"Kalo Anies tidak keluar, maka akan menjadi penumpukan massa. Targetnya adalah 3000-5000 massa," ucap Winarso.

Sponsored
Berita Lainnya