sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wapres Ma'ruf dorong percepatan penanganan stunting

Upaya percepatan penanganan stunting dilakukan melalui koordinasi dengan kementerian/lembaga dan perusahaan swasta

Gempita Surya
Gempita Surya Kamis, 11 Agst 2022 17:57 WIB
Wapres Ma'ruf dorong percepatan penanganan stunting

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mendorong percepatan penanganan stunting untuk mewujudkan target penurunan angka stunting pada 2024. Hal tersebut disampaikannya usai meninjau pelaksanaan penanganan stunting di Posyandu Kenanga, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Kamis (11/8).

"[Angka prevalensi] stunting kita masih 20%," katanya dalam keterangan resmi. "Dalam waktu singkat ini, kita harus bisa menyelesaikan karena keinginan kita nanti 2024 sudah tinggal 14%."

Ma'ruf mengatakan, upaya percepatan penanganan stunting dilakukan melalui koordinasi dengan kementerian/lembaga. Koordinasi mencakup integrasi berbagai program dan anggaran di tingkat pusat hingga daerah.

"Kita melakukan percepatan proses penanganan stunting, melakukan koordinasi antarkementerian pusat, kemudian juga melakukan koordinasi sampai ke bawah, [serta] didukung oleh sistem penganggaran yang kalau dulu mungkin hanya nasional, [tetapi] sekarang harus masuk di APBD juga," ujarnya.

Selain itu, Ma'ruf menambahkan, pihak swasta juga turut dilibatkan dalam percepatan penanganan stunting melalui program corporate social responsibility (CSR).

"Perusahaan itu harus ikut ambil bagian dari penanganan stunting. Wajib. Jadi, perusahaan di mana dia berdomisili harus ikut ambil bagian dalam intervensi penurunan stunting," terangnya.

Ma'ruf mengungkapkan, Kalsel termasuk ke dalam salah satu wilayah dengan angka stunting tinggi. Menurutnya, proses mitigasi ulang terkait penanganan stunting tengah diupayakan untuk menetapkan sistem intervensi yang tepat di setiap daerah.

"Kita sedang melakukan mitigasi ulang, nanti per daerah. Kita ingin tahu kenapa terjadi [stunting tinggi], kemudian nanti bagaimana sistem intervensinya," ujarnya.

Sponsored

Lebih lanjut, Ma'ruf mendorong posyandu turut berperan sebagai sentra percepatan penanganan stunting.

"Mungkin ada yang sudah, masih ada yang dalam proses, tapi Kementerian Kesehatan [harus] menyiapkan seluruh posyandu di seluruh Indonesia bisa melakukan pelayanan [penanganan stunting]," tegasnya.

Terkait penurunan angka prevalensi stunting pada 2024, Ma'ruf mengatakan, target nasional adalah 14%. Namun, target tersebut akan berbeda di tiap daerah, kemungkinan di bawah atau di atas 14%.

"Jadi, 14% tidak berarti untuk semua daerah. Tapi, ada yang di bawah 14% [bahkan] beberapa daerah itu sekarang sudah di bawah 10%. Tapi, ada juga yang memang agak besar sehingga mungkin nanti di 2024 tidak 14%, bisa 17%, [meskipun] hitungan seluruhnya secara nasional harus 14%. Dan perkiraan kita dalam rapat koordinasi bisa dicapai," pungkasnya.

Berita Lainnya
×
tekid