sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mutiara Hitam angkat bendera putih

Tapi nasi telah jadi bubur sagu, apa mau dikata? Musim 2022 telah tertutup selamanya bagai sejarah kelam Mutiara Hitam.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Sabtu, 02 Apr 2022 18:53 WIB
Mutiara Hitam angkat bendera putih

Orang telah tahu,
semua pun tahu di lapangan hijau
kini tlah muncul di ufuk timur,
mutiara hitam.
Persipura, mutiara hitam...
Persipura, selalu gemilang


- Black Brothers, 1976

Bendera putih menjadi simbol titik nadir Persatuan Sepak Bola Indonesia Jayapura. Berdiri 25 Mei 1963, bermarkas di Stadion Mandala, berkapasitas tribun 20.000 penonton, bersponsor emas Freeport, bertarung dibesut pelatih Argentina. Dengan semua itu, ironisnya, Persipura Jayapura terdegradasi ke Liga 2 musim depan.

Bendera atau kain putih dikibarkan sebagai simbol menyerah. Simbol ini diakui dunia sebagai tanda kekalahan. Pengibaran bendera putih dimulai pada masa dinasti Han Dong (25-220 Masehi).

Sebelumnya tak pernah turun kelas dari strata tertinggi Liga Indonesia, Mutiara Hitam terpaksa menelan pil pahit. Laga terakhir di Liga 1 2022, dengan kemenangan 3-0 atas Persita Tangerang, tidak cukup bagi Pahabol cs. Sebab di saat bersamaan, rivalnya Barito menahan Persib Bandung 1-1.

Di klasemen akhir, Persipura mendulang angka 36. Sama dengan Barito Putera. Tapi Barito menduduki peringkat ke-15, sementara Persipura ke-16, akibat kalah head-to-head.

Di luar faktor nonteknis yang sedang ramai dirumorkan di luar lapangan, semifinalis AFC Cup 2014 telah mengangkat bendera putih. Nasib tragis atas diri Persipura di level nasional terasa sama suram dengan gagalnya Italia ke Piala Dunia Qatar 2022.

Banyak pihak yang menyesalkan hukuman pengurangan tiga poin, Persipura dinyatakan secara administratif kalah 0-3 dari Madura United. Gara-gara absen dari lapangan pada laga tunda pekan ke-22. Sanksi per 21 Februari 2022 itu membuat oknum yang usil berandai-andai: kalau tidak dihukum, Persipura berada di urutan ke-12 klasemen akhir Liga 1. Tidak degradasi kalau begitu. Tapi nasi telah jadi bubur sagu, apa mau dikata? Musim 2022 telah tertutup selamanya bagai sejarah kelam Mutiara Hitam.

Dikutip dari KulturNativ, klub ini lahir dari kepedulian beberapa pendeta yang bersekolah di Primaire Middlebare School (PMS) Kotaraja, Jayapura, pada 1951 1955, yang mendirikan dua kesebelasan bernama Pelikan dan Door Oefening Sterk (DOS). Gabungan kedua klub tersebut akhirnya melahirkan Persipura.

Kilas balik para talenta unik dari ufuk timur sesungguhnya cukup membetot atensi. Pertama kali ditandai sewaktu Yohanes Auri dipanggil Wiel Coerver ke Pra-Olimpiade. Bek kiri terbaik dijuluki Black Silent itu selangkah lagi mengantarkan langkah timnas ke Montreal 1976.

Tahun itu juga, Persipura menyabet Piala Soeharto, mengalahkan tim ibu kota di final Senayan. Hingga band Black Brothers mencipta himne berlirik sakral persembahan bagi Mutiara Hitam di awal tulisan ini.

Selanjutnya di medio 80-an, Warna Agung banyak merantaukan bakat-bakat muda dari Bumi Cendrawasih. Ramai-ramai diangkut ke sebuah mess di bilangan Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta Pusat, di bawah tangan dingin mendiang drg Endang Witarsa. Akrobat rumput hijau mereka telah mewarnai perjalanan gemilang klub-klub papan atas Galatama. Sejumlah bintang berani keluar dari zona nyaman Papua, mengadu kelincahan ke berbagai pelosok pulau lain.
       
Kultur syok Persipura di puncak sepak bola nasional era 70-an diikuti arus pelangi budaya ala Melanesia mereka menyinari kancah Galatama, universitasnya sepak bola Indonesia. Giliran kemudian lelaki Inggris yang amat mencintai belantara Sungai Membramo mengejutkan seisi Nusantara.

Paul Cumming, namanya. Ia membawa Adolf Kabo dan Yonas Sawor di Perseman Manokwari melesat ke bintang hingga memperkuat skuad Garuda. Usai menjadi juara Divisi I Perserikatan 1983 dan finalis Divisi Utama 1986.

Berlanjut ke zaman milenium, Coach Rahmad Darmawan suatu hari di kawasan Cilandak pernah mengaku menerima banyak penghargaan ketika menangani Cristian Warobay dkk. Sejak kompetisi Perserikatan-Galatama digabungkan menjadi Divisi Utama Liga Indonesia 1994, RD memecahkan rekor memberi piala perdana kepada Persipura musim 2005. Ironisnya, tim besutan RD pula, Barito Putra, yang kini berbalik menjungkalkan mantan anak-anak emasnya, dahulu.

Sayup-sayup syair Black Brothers pun diabadikan Youtube:

Timo Kapisa, Johanes Auri,
dan kawan-kawannya...
bermain gemilang, menerjang lawan
dan selalu menang.

Berita Lainnya