sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Performa buruk bek kiri Tokyo Verdy di lima laga terakhir

Si pelempar jauh tersimpan rapat di dalam kotak wayang.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Jumat, 13 Mei 2022 20:22 WIB
Performa buruk bek kiri Tokyo Verdy di lima laga terakhir


Tokyo Verdy masih menyimpan Pratama Arhan dalam kotak wayangnya sampai pekan ke-15. Saat ini, keriuhan publik Ajinomoto Stadium markas Verdy, belum dapat menepuktangani bek asal Indonesia.

Dari lima laga terakhir, klub J2 League itu hanya menang dan imbang masing-masing sekali, sisanya tiga kalah. Bila berfokus pada performa bek kirinya, nyata buruk sekali.

Hanya dua nama bergantian jadi pilihan utama: Ren Kato dan Daiki Fukazawa, sebagai pilar starting eleven mereka. Pelapisnya juga dua, Boniface Nduka dan Kohei Yamakoshi.

Terakhir, melawan pemuncak klasemen sementara Albirex Niigata, pada Minggu (8/5), Verdy kalah tipis 3-4. Ren Kato kembali dipercayai sebagai pemain inti. Tapi baru 26 menit laga berjalan, Verdy mengalami kebocoran fatal. Akibat lemahnya kinerja bek kiri setinggi 1,75 meter itu.

Liukan sayap kanan Niigata telak mengecoh Kato, lalu berbuah umpan silang yang mulus tanpa tertahankan. Umpan itu dikonversi menjadi gol indah Yoshiaki Takagi. Sambil berbalik badan, dia menendang bola lolos di bawah selangkangan bek tengah Verdy, lantas menggetarkan jala.

Mengetahui titik lemah Verdy di posisi bek kiri, Niigata membongkar celah itu habis-habisan. Belum lama, tiga menit berselang, gol kedua Niigata oleh Eitaro Matsuda juga dimulai dari penetrasi ke sisi kiri pertahanan Verdy.

Sayap kanan mengulang proses awal pada gol pembuka. Kato bukan hanya terkecoh, tapi bahkan out of position, gagal dia mengawal. Sebelum bola itu diumpan ke dalam, kemudian berpindah sebentar mengalir ke sisi kanan, berubah jadi peluang terbaik di depan kotak penalti.

Menit 35, giliran Michael Fitzgerald striker Niigata memberi pelajaran pahit kepada Kato yang hilang lagi dari posisinya. Ketika bola lambung menyilang masuk kotak penalti, striker itu menyambutnya dengan sundulan bebas tanpa terkawal. Di mana Kato saat gol terjadi? Di balik punggung Fitzgerald, bukan di hadapannya, posisinya salah teori.

Sponsored

Kesalahan fatal tiga kali dalam sembilan menit menunjukkan jeleknya kualitas bek kiri utama yang diturunkan Verdy. Kato segera digantikan Boniface Nduka di menit 46. Sedikit perbaikan sempat terlihat, namun aliran serbuan Niigata di menit 87, lagi-lagi mengeksplorasi sisi kiri pertahanan yang dijaga bek pengganti, Nduka. Akhirnya menghukum Verdy lewat sepakan keras Ken Yamura dari luar kotak penalti.

Vegalta Sendai dihadapi pada 4 Mei. Verdy menang 3-1, tampil ofensif di kandang sendiri, cukup lumayan. Tapi kritisnya pos bek kiri, yang tetap diisi Ren Kato, terus diincar horor sang lawan. Gol balasan dari Takumi Nagura di menit 23 membuktikan begitu mudahnya di mana sisi pertahanan Verdy bisa diterobos.

Kekalahan Verdy 1-2 dari Fagiano Okayama pada 1 Mei juga diwarnai kesalahan fatal bek kiri. Kali itu, Daiki Fukazawa, yang berjaga di sana. Pertama, dia ketinggalan langkah dari seharusnya menempel striker yang menunggu umpan di tiang jauh. Kedua, Fukazawa terlambat menutup celah mencegah bola dilepaskan ke kotak penalti

Verdy dijamu Ventforet Kofu pada 27 April. Bek kiri Ren Kato digantikan Kohei Yamakoshi di menit 81, keduanya memberi catatan positif, bersih dari kesalahan. Tapi timnya justru dilibas 0-2. Berulang kali serangan horor, malah banyak mendobrak sisi kanan pertahanan Verdy. Pada menit 16 gol pun tercipta dari kaki Riku Yamada. Sedangkan gol pemungkas Kofu hasil dari titik penalti.

Imbang 1-1 versus JEF United pada 23 April. Pada menit 51, sayap kanan JEF United lolos dari pengawasan. Ia menyambut umpan terobosan mendatar sambil menyisir masuk dari sisi kiri pertahanan Verdy. Setelah itu, Toshiyuki Takagi menggasak bola ke jala. Sembilan menit kemudian, Daiki Fukazawa digantikan Ren Kato.

Rekor tujuh gol lawan dalam lima laga terakhir, semuanya hasil kreasi dari memperdayakan bek kiri Tokyo Verdy. Itu jelas sebuah olok-olok khas lapangan hijau ala Negeri Sakura. Klub-klub kompetitor J2 League benar-benar menantang seperti sikap samurai jantan, biar secepat mungkin Verdy menampilkan Pratama Arhan.

Namun, si pelempar jauh tersimpan rapat di dalam kotak wayang. Sementara gelora huru-hara amat membara di atas rumput hijau di bawah Kerajaan Matahari Terbit. Ia mulai jadi tokoh terlupakan yang berada di waktu dan tempat tidak tepat dalam satu cerita yang sungguh sial penuh kesalahan. Verdy sulit untuk promosi ke J1 League akhir musim ini, meski kompetisi belum setengah jalan.

Berita Lainnya