sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jokowi-Ma’ruf saatnya deklarasi kemenangan

Dari data yang masuk ke Indikator Politik Indonesia sampai pukul 21.45 WIB, sudah mencapai 93,18% suara. 

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Rabu, 17 Apr 2019 22:04 WIB
Jokowi-Ma’ruf saatnya deklarasi kemenangan

Peneliti senior dari Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida, mengatakan hasil quick count atau hitung cepat menunjukkan angka penghitungan suara saat ini sudah stabil. Dari data yang masuk ke Indikator Politik Indonesia sampai pukul 21.45 WIB, sudah mencapai 93,18% suara. 

Hasilnya, paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin memperoleh suara 53,89% suara. Sedangkan paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno memperoleh 46,11%. Dari hasil hitung cepat itu, ada sekitar 83,93% tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 yang dilakukan secara serentak ini. 

Berdasarkan hitung cepat itu, diperkirakan toleransi kesalahan atau margin of error sekitar +/0.65% dengan tingkat kepercayaan 95%. Artinya, perolehan suara kandidat dari hasil hitung cepat ini bisa bergeser ke atas atau bergeser ke bawah sebesar 0,65%.

Rizkw menjelaskan, hitung cepat yang dilaksanakan Indikator Politik Indonesia ini mengambil sampel dari 3000 TPS yang tersebar secara proporsional di setiap daerah pemilihan DPR RI dan desa sampai kota di Indonesia. Sampel TPS dipilih dengan menggunakan metode Stratified Systematic Random Sampling.

"Dari jumlah ini data yang masuk sudah stabil, maka kami merasa bahwa sudah saatnya ini mendeklarasikan kemenangan bagi paslon urut nomor 01," kata Rizka Halida dalam konferensi persnya di Hotel Morrissey, Jakarta Pusat, pada Rabu (17/4).

Rizka menjelaskan, walaupun data yang masuk belum sepenuhnya 100%, tetapi hitung cepat sudah menunjukkan kestabianl dan tidak banyak perubahan berarti.  Namun begitu, pada umumnya data yang sudah di atas 70% biasanya sudah stabil dan tidak akan ada banyak perubahan perolehan suara paslon. 

“Jadi, apabila data yang masuk masih sedikit, potensi errornya masih sangat besar. Namun, semakin banyak data yang masuk, tingkat errornya akan mengecil. Maka nantinya akan tetap stabil dan tidak akan ada cross atau perubahan signifikan,” kata Rizka. 

Lebih lanjut, Rizka menjelaskan, sebelum hari pencoblosan Pemilu 2019 baik paslon nomor urut 01 atau 02 gencar melakukan kampanye. Namun demikian, upaya menggaet suara pemilih dari kategori undecided dan swing voters belum menunjukkan hasil maksimal. Sebab, upaya kampanye mereka hanya mampu merangkul sedikit saja pemilih dengan kategori tersebut.

Sponsored

“Selama masa kampanye yang panjang, masing-masing pemilih hanya menguatkan basis pemilihnya yang sudah ada. Sedikit saja swing atau undecided yang tergiring, tetapi secara umum sudah terjadi pembelahan preferensi politik,” ujar Rizka.

Merujuk pada data Pilpres 2014, menurut Rizka, polanya tetap saja berulang. Itu bisa terlihat dari basis pemilih kedua kandidat yang ternyata sama. Berdasarkan hasil quick count dan exit poll, Rizka menjelaskan, ada kenaikan 2% perolehan suara untuk paslon nomor urut 01 di Jawa Barat. Kecilnya kenaikan ini mempertegas pusaran perpolitikan Indonesia masih membeku. 

"Demografinya memang itu basis pendukungnya. 2% itu tidak terlalu signifikan. Kalau ada dua pilihan, kecenderungannya terpolarisasi," kata Rizka.

"Wilayah-wilayah yang diprediksi lumbung 01 ke 01 dan wilayah-wilayah yang lumbung 02 ke 02.”

Berita Lainnya