sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kampanye akbar pamungkas Jokowi dicederai kehadiran anak-anak

Masih ada orang tua yang membawa anaknya dalam kampanye politik Pilpres 2019.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Sabtu, 13 Apr 2019 19:25 WIB
Kampanye akbar pamungkas Jokowi dicederai kehadiran anak-anak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 22750
Dirawat 15717
Meninggal 1391
Sembuh 5642

Kampanye akbar paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang bertajuk Konser Putih Bersatu #BersamaJokowi dicederai dengan adanya kehadiran anak-anak yang menggunakan atribut paslon. Padahal, sebelum memasuki arena GBK, panitia berulang kali mengingatkan kepada peserta untuk tidak membawa anak-anak dalam kampanye akbar pamungkas itu.

“Bagi yang membawa anak-anak tidak diperkenankan masuk,” kata seorang panitia di depan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada Sabtu, (13/4).

Meski telah diimbau demikian, masih saja ada orang tua yang membawa anaknya dengan alasan tidak ada yang menjaga anaknya di rumah. Berdasarkan pantauan Alinea.id, anak-anak yang datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno itu ada yang ditempelkan pasangan calon.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, menyayangkan kampanye akbar Jokowi banyak anak-anak yang menggunakan atribut partai. Itu mulai dari kaos pasangan calon dan partai, topi berlogo partai, ikat kepala bendera merah putih ditambah dengan logo partai.

"Sangat kami sayangkan masih ditemukan banyak anak dan balita terlibat atau hadir dalam kampanye capres 01 di Gelora Bung Karno 13 April 2019," kata dia.

Tak hanya itu, kata Jasra, pihaknya juga mendapat sebuah video kegiatan kampanye di panggung seberang Hotel Grand Hyat, Jakarta Pusat. Dalam kegiatan itu, ada anak usia sekitar 5 sampai 7 tahun yang sedang memakai ikat kepala berlogo partai, ditambah bendera merah putih ukuran kecil yang diselipkan di kiri dan kanan kepala mereka. 

“Mereka anak-anak ikut berjoget di depan panggung dengan nyanyian dukungan capres 01 bersama lelaki yang diduga orang tuanya," kata Jasra.

Masih dalam video yang sama, Jasra menambahkan, panitia melihat keberadaan anak-anak, tetapi tidak ada upaya pencegahan agar anak tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Sponsored

"Kepada panitia pelaksana untuk mengimbau agar anak-anak tidak dibawa dalam rombongan dewasa yang penuh sesak di SUGBK, sehingga hak-hak anak terkait keamanan dan kenyamanan bisa didapatkan. Apalagi anak-anak memiliki keterbatasan fisik yang tidak sama dengan orang dewasa," katanya.

Seorang anak tertangkap tengah mengenakan topeng capres 01, Joko Widodo. Alinea/Robi

Sementara itu, dalam kampanye pamungkasnya, calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, menegaskan Indonesia tidak akan bubar setelah pemilihan umum atau Pemilu 2019. Pasalnya, saat ini Indonesia telah berada di jalur yang benar. 

“Perlu saya tegaskan pada sore hari ini negara kita Indonesia tidak akan bubar. Kita telah berada di jalur yang benar. Berada pada track yang benar,” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan, tak mudah menakhodai negara seperti Indonesia yang populasi dan luasnya sangat besar. Kadang-kadang, kata capres 01 itu, ada kesulitan, bahkan juga pahit yang dirasakan. Namun demikian, itu semua adalah tantangan untuk menjadi bangsa yang besar dan maju. Karena itu, untuk menuju arah demikian tidak bisa didapat secara instan. Perlu ada perjuangan dan pengorbanan. 

“Jangan semua minta instan, dadakan, tidak bisa. Indonesia telah berada dalam track yang sudah benar. Kami optimistis negara Indonesia ke depan akan lebih maju,” kata Jokowi.

Berita Lainnya